KEMAMPUAN bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih berada pada level menengah.
Itu terlihat dari hasil penelitian terbaru Education First English Proficiency Index (EF EPI) 2015, Indonesia berada di urutan ke-32 dari tes bahasa Inggris pada 910 ribu orang dewasa di 70 negara.
"Data itu juga menunjukkan kebijakan pendidikan, kualitas sumber daya manusia, hingga tingkat perekonomian suatu negara. Itu artinya di era saat ini, kompetensi bahasa Inggris jadi amat krusial untuk menghadapi persaingan global," ujar Director of Educational Research & Development EF English First Steve Crooks melalui keterangan persnya, kemarin.
Terlebih, menurut dia, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016 Indonesia mestinya benar-benar memiliki sumber daya manusia yang mampu berbahasa Inggris dengan baik agar bisa memenangi persaingan global.
Karena itulah, setiap individu profesional dituntut memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa Inggris.