Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kertas Cokelat tidak untuk Makanan

Tlc/H-1
10/11/2015 00:00
Kertas Cokelat tidak untuk Makanan
(MI/PANCA SYURKANI)
MASYARAKAT diimbau tidak menggunakan kertas karton duplex sebagai pembungkus makanan.

Karton duplex atau yang dikenal awam sebagai kertas cokelat itu merupakan kertas daur ulang yang rentan terkontaminasi bahan kimia, seperti tinta cetak, perekat, lilin, bahan pencelup, dan sebagainya.

Pengamat industri kertas Muhammad Adjidarmo, di Jakarta, kemarin, mengatakan kertas daur ulang juga tidak boleh dipakai untuk membungkus makanan lantaran mikroorganisme dan jamur dapat tumbuh pada kertas bekas.

"Kandungan mikroorganisme pada kertas itu juga menunjukkan nilai tertinggi ketimbang jenis kertas lainnya."

Zat-zat berbahaya itu, berdampak negatif terhadap tubuh manusia, antara lain menimbulkan penyakit kanker, kerusakan hati, dan kelenjar getah bening, mengganggu sistem endokrin, kelahiran prematur, meningkatkan resiko asma, mutasi gen, dan lain-lain.

Kepada masyarakat, khususnya pedagang makanan, Adjidarmo menyarankan agar mereka memilih kertas karton virgin fiber dan karton food grade sebagai pembungkus makanan.

"Kemasan pangan berkategori food grade aman dan layak digunakan karena 100% terbuat dari serat alami sehingga berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, serta bebas dari kandungan bakteri dan senyawa berbahaya seperti benzene dan styrene (bahan baku styrofoam)."

Selain aman untuk membungkus makanan, penggunaan kertas karton food grade lebih ramah lingkungan.

Pernyataan sama disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Roy Sparingga. Menurut dia, kertas bekas tidak cocok untuk makanan.

Dia mencontohkan kertas bekas koran kerap digunakan sebagai pembungkus gorengan.

Padahal, karena terkena panas, sisa tinta pada kertas dapat mengeluarkan senyawa berbahaya.

Tidak hanya kertas, pembungkus makanan dengan menggunakan plastik kresek daur ulang juga tidak dianjurkan.

Sama seperti kertas daur ulang, plastik tersebut rentan terkontaminasi bahan kimia dan bakteri serta kuman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya