Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Waspadai Daerah Rawan Longsor

Richaldo Y Hariandja
09/11/2015 00:00
Waspadai Daerah Rawan Longsor
(Sumber: BNPB/L-1/Grafis: Seno)

HUJAN deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami longsor dan ratusan rumah terendam banjir.

Di Bogor, Jawa Barat, longsor telah merenggut nyawa dua warga.

Di Tasikmalaya, dua rumah warga hampir rata tertimpa tanah longsor, serta seorang perempuan hamil dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah kaki.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta daerah-daerah yang rawan bencana agar menyu-sun rencana kedaruratan dan menginventarisasi semua perlengkapan, seperti perahu karet dan logistik.

Kemarin, nahas menimpa Ugan, 45, yang tewas tertimpa longsoran saat bertamu ke rumah Yadi, 40, di Kampung Bojong Jengkol RT 004/RW 04, Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Saat kejadian, korban hendak memasukkan motor ke rumah.

"Korban merupakan warga Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi," Kata Budi Aksomo, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, kemarin.

Korban lain, Ade Ismail, 18, tewas akibat longsor di Gang Pancoran, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Adapun Aldi Muhamad Saputra, 19, mengalami luka ringan.

"Kemarau panjang membuat tanah lebih mudah longsor ketika turun hujan. Kami minta warga waspada dan lebih mengenal daerahnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tambah Budi.

Kejadian serupa juga menimpa Kampung Cipulus, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Dua rumah warga rusak berat setelah tertimpa longsoran tebing setinggi lebih dari 10 meter. Rumah milik Rustandi, 40, nyaris rata dengan tanah, dan rumah Asep Firdaus, 55, rusak berat.

Dalam kejadian itu, Dewi Kurnia, 35, yang tengah hamil 4 bulan, mengalami patah kaki akibat terjatuh saat lari menyelamatkan diri.

"Dewi langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Asep.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sokidin, mengatakan pihaknya meminta warga yang tinggal di bawah tebing tetap waspada jika terjadi hujan terus- menerus.

Di sisi lain, hujan tiada henti sejak Sabtu (7/11) membuat ratusan rumah warga di Kampung Palak, Kampung Terendam, dan Lawe, Kecamatan Sungai Pagum, Solok Selatan, Sumatra Barat, terendam banjir.

Pihak BPBD Solok Selatan menyatakan banjir akibat meluapnya Sungai Batang Suliti dan Sungai Batang Lawe.

Di Jawa Tengah, Kepala BPBD Wonogiri Bambang Haryanto juga meminta warganya yang tinggal di perbukitan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya longsor.

"Sejumlah wilayah yang rentan dengan bencana longsor ialah Kecamatan Selogiri, Manyaran, Tirtomoyo, Jatiroto, dan Bulurejo. Bahkan batu sisa bencana Manyaran tahun lalu siap menggelundung ke permukiman warga," kata Bambang.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menyatakan hujan yang disertai angin kencang yang turun beberapa hari ini masih wajar.

"Situasi itu akan terus terjadi sampai musim hujan datang."

Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan rencana kedaruratan menjadi kunci utama daerah dalam menghadapi terjadinya bencana.

(DD/AD/YH/WJ/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya