Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada peringatan Hari Autisme yang diperingati pada 2 April menjadi pengingat bahwa setiap kehidupan memiliki nilai yang patut dihargai.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Imran Pambudi mengatakan di Indonesia, estimasi menyebutkan ada sekitar 2,4 juta anak dengan spektrum autisme.
"Autisme bukanlah kondisi dengan satu penyebab tunggal, faktor genetik, neuroimun, metabolik, hingga interaksi antara otak dan usus (gut-brain axis) berperan dalam membentuk kerentanan dan manifestasi klinis. Karena itu, tidak ada obat yang menyembuhkan autisme, melainkan pendekatan yang menekankan deteksi dini, intervensi berbasis bukti, serta manajemen komorbiditas," kata Imran kepada Media Indonesia, Minggu (5/4).
Dampak autisme tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas. Biaya terapi intensif, pendidikan khusus, dan hilangnya produktivitas keluarga menjadi beban finansial yang signifikan. Banyak orang tua harus mengurangi jam kerja atau berhenti bekerja demi mendampingi anak, sehingga pendapatan rumah tangga menurun dan stres meningkat.
Di tingkat nasional, kehilangan potensi kerja dari individu dengan autisme atau atau Autism Spectrum Disorder (ASD) yang tidak mendapat dukungan vokasional serta dari pengasuh yang keluar dari dunia kerja mengurangi produktivitas jangka panjang. Lebih dari itu, stigma sosial, eksklusi pendidikan dan pekerjaan, serta akses layanan kesehatan yang tidak setara memperburuk marginalisasi.
Namun, Imran menegaskan bahwa ada strategi nyata yang bisa ditempuh. Deteksi dini dan rujukan cepat menjadi langkah pertama yang krusial, memastikan anak segera mendapat penanganan dari tim diagnostik. Intervensi berbasis bukti seperti terapi perilaku intensif, terapi wicara, dan terapi okupasi terbukti meningkatkan hasil perkembangan.
"Rencana individual multidisipliner yang melibatkan dokter anak, psikolog, terapis, dan pendidik membantu menyusun jalur dukungan yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak," ujar Imran.
Selain itu, dukungan dan pelatihan keluarga juga sangat penting, karena orangtua adalah advokat utama yang perlu dibekali strategi komunikasi dan manajemen perilaku. Selain itu, manajemen komorbiditas medis seperti epilepsi, gangguan tidur, atau masalah kesehatan mental harus menjadi bagian integral dari penanganan.
Pendidikan inklusif dengan adaptasi kurikulum, pelatihan guru, dan penyediaan asisten mendukung anak untuk berkembang di lingkungan sekolah.
Hari Autisme 2026 yang bertema Autism and Humanity – Every Life Has Value mengingatkan bahwa investasi pada skrining, intervensi, pelatihan tenaga profesional, dan jejaring dukungan keluarga bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga strategi ekonomi cerdas.
"Dengan menghapus stigma, menerima perbedaan, dan memastikan akses layanan yang setara, kita membuka jalan bagi setiap individu dengan spektrum autisme untuk hidup bermartabat dan berkontribusi penuh dalam masyarakat," pungkasnya. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved