Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan peringatan keras kepada orangtua mengenai ancaman child grooming yang kian marak, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Upaya manipulasi psikologis ini bertujuan untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap anak-anak dan remaja melalui pendekatan yang sangat sistematis.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Dr. dr. Ariani, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), M. Kes, menjelaskan bahwa pelaku sering kali menggunakan identitas palsu atau menyamar sebagai orang lain di platform digital seperti media sosial, gim daring, hingga aplikasi perpesanan.
"Pelaku menggunakan identitas palsu seringnya, atau menyamar dengan foto dan identitas orang lain," ujar Ariani dalam sebuah seminar daring di Jakarta, dikutip Minggu (5/4).
Ariani mengungkapkan bahwa pelaku cenderung memilih korban yang dianggap rentan secara emosional. Namun, ia menegaskan bahwa anak yang terlihat "baik-baik saja" pun tidak luput dari risiko, terutama remaja yang sedang berada dalam fase mencari aktualisasi diri.
| Kategori Target | Karakteristik Korban |
|---|---|
| Kelompok Berisiko Tinggi | Anak yang merasa kesepian, kurang percaya diri, atau berasal dari keluarga kurang harmonis. |
| Kelompok Umum/Remaja | Remaja yang haus akan pujian, ingin dihargai, dan merasa diistimewakan (fase aktualisasi diri). |
Kejahatan ini tidak terjadi secara instan. Menurut Ariani, terdapat tahapan terencana yang dilakukan pelaku untuk menjerat korbannya:
Kesadaran orangtua terhadap perubahan perilaku anak dan pengawasan terhadap aktivitas digital menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya eksploitasi seksual melalui modus child grooming ini. (Ant/Z-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved