SEJAK kecil, pembawa acara hiburan, Indra Bekti, ternyata sudah bercita-cita ingin menjadi pembaca berita (news anchor) televisi. Sayang, kendati sudah terkenal sebagai presenter, aktor, dan penyanyi, pria bernama asli Bekti Indra Tomo itu belum berhasil juga untuk meraih profesi impiannya. Untunglah, jalan nasib akhirnya membawa pria humoris itu meraih profesi impiannya. Di usia yang ke-37 tahun, Indra didaulat sebagai news anchor di program Selamat Malam Indonesia bersama Maria Selena dan Asyifa Latief di salah satu televisi nasional. Kendati acara program berita itu tayang tengah malam, yakni pada pukul 24.00-01.30 WIB, laki-laki berdarah Jawa-Minang itu mengaku senang.
"Dari dulu sebenarnya mimpi saya mau jadi pembaca berita. Pas kecil, saya suka ngikutin orang baca berita. Saat inilah saya mendapatkan kesempatan itu," ujar Bekti seperti ditulis Metrotvnews. com, kemarin. Lantaran format acara yang dibawakannya cukup serius, Bekti mengaku akan bersikap lebih hati-hati dalam membawakan acara tersebut. "Dalam program ini, kami tetap serius tapi santai. Jangan sampai ada SARA dan menjatuhkan orang lain," papar bapak dua anak itu. Namun, karakter aslinya yang jenaka dan suka melontarkan celetukan-celetukan yang lucu tetap akan ditampilkannya di program tersebut. Namun, sambung dia, tentu saja porsi kelucuannya akan sangat minimalis. "Yang jelas beda sama memandu acara hiburan.
Di acara ini saya sesekali melontarkan humor, tapi lebih diperhalus," imbuhnya. Pada kesempatan itu, Bekti mengakui bah wa dia masih hijau di dunia pembaca berita. Bekti pun mengakui dirinya masih perlu banyak belajar membawakan program berita yang lebih serius. Lebih jauh Bekti menambahkan, dirinya mengamati dunia media yang semakin berkembang pesat. Contohnya, stasiun televisi dan radio yang semakin banyak, disertai program-program yang terus berinovasi. Tidak hanya itu, beberapa bakat baru pun mulai bermunculan. "Talent baru saat ini banyak banget dan bagus-bagus, tapi saya berharap tidak pernah tergusur," jelasnyanya sambil tertawa.
Anak Di tengah kesibukannya menjalani berbagai profesi, Bekti mengaku rutin mengamati perkembangan berita di media massa. Salah satu yang menarik perhatiannya ialah semakin maraknya kasus kekerasan pada anak, seperti penculikan dan pelecehan seksual anak. Pria kelahiran Jakarta itu terus terang mengaku agak khawatir dengan keselamatan kedua putrinya saat beraktivitas di luar. Terlebih, kedua anak Bekti, yaitu Dafania Sahira Indrabekti dan Amabell Eleanor, berperangai ramah terhadap semua orang. Sifat tersebut merupakan bagian dari didikan yang ia ajarkan agar anak tidak kaku dalam menghadapi orang. Yang membuatnya khawatir, ia dan istri belum memberikan bekal bagaimana anak-anaknya harus menjaga diri.
"Soalnya masih kecil juga kan, mau dikasih tahu juga belum mengerti. Mungkin nanti setelah usianya menginjak 5 tahun," kata dia. Meski demikian, Bekti dan istri selalu mengusahakan untuk memantau anak agar tak lepas dari pengawasan. "Saya selalu memantau anak-anak, apalagi saat di mal. Pokoknya jangan sampai le ngah, apalagi sibuk main handphone," im buhnya. (H-4)