Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

2 Tahun Salah Diagnosis, Ternyata Ada 10 Tumor di Kepala Kerry Brown

Intan Safitri
03/4/2026 15:01
2 Tahun Salah Diagnosis, Ternyata Ada 10 Tumor di Kepala Kerry Brown
Wanita asal Yorkshire, Inggris, Kerry Brown, penderita tumor otak.(Dok: Brain Tumour Research)

KESEHATAN sering kali memberikan sinyal-sinyal halus yang mudah diabaikan atau disalahartikan sebagai kondisi umum lainnya. Salah satu kisah yang menjadi perhatian dunia medis adalah pengalaman Kerry Brown, seorang wanita asal Yorkshire, Inggris, yang selama bertahun-tahun mengira gejala serius di tubuhnya hanyalah bagian dari proses alami penuaan atau menopause.

Kisah ini bukan sekadar berita kesehatan biasa, melainkan sebuah peringatan penting (wake-up call) mengenai betapa krusialnya mendengarkan tubuh dan melakukan pemeriksaan medis yang mendalam ketika merasakan anomali yang menetap.

Gejala yang Menipu: Antara Menopause dan Sinyal Saraf

Sejak tahun 2017, Kerry Brown (54) mulai merasakan sensasi panas dan kesemutan di sekujur tubuhnya. Bagi banyak wanita di usia kepala lima, gejala ini identik dengan hot flashesgejala umum menopause akibat fluktuasi hormon. Namun, apa yang dialami Kerry ternyata jauh lebih kompleks.

Sensasi panas yang ia rasakan sebenarnya bukan disebabkan oleh hormon, melainkan merupakan bentuk dari kejang ringan (focal seizures) yang terjadi berulang kali. Kejang ini adalah reaksi otak terhadap tekanan dari massa asing yang mulai tumbuh di dalam tempurung kepalanya.

Eskalasi Kondisi dan Diagnosis Mengejutkan

Selama dua tahun, kondisi Kerry memburuk secara perlahan namun pasti. Gejala-gejala baru mulai bermunculan, meliputi:

  • Kelelahan ekstrem yang tidak hilang dengan istirahat.
  • Kesulitan berbicara dengan jelas (disartria).
  • Gangguan penglihatan yang digambarkan seperti adanya bayangan yang menutupi pandangan.

Baru pada tahun 2019, setelah gangguan penglihatan mulai menghambat aktivitas sehari-hari, Kerry menjalani pemeriksaan MRI. Hasil awal menunjukkan adanya empat tumor. Namun, fakta yang lebih mengejutkan terungkap di meja operasi: dokter menemukan total 10 tumor di otaknya.

Kerry didiagnosis menderita Meningioma. Ini adalah jenis tumor yang tumbuh pada meninges, yaitu lapisan jaringan yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Meskipun sering kali tumbuh lambat, jumlah yang banyak (multipel) memberikan tekanan signifikan pada fungsi saraf.

Dampak Jangka Panjang dan Perjuangan Pasca-Operasi

Operasi pengangkatan tumor otak bukanlah prosedur yang sederhana. Tim medis berhasil mengangkat lima dari sepuluh tumor yang ada. Lima tumor lainnya terpaksa dibiarkan karena lokasinya yang terlalu berisiko untuk disentuh secara bedah dan memerlukan pemantauan ketat.

Dampak dari kondisi ini bersifat permanen bagi Kerry. Ia kehilangan penglihatan pada satu matanya akibat kerusakan saraf optik yang sudah terlalu parah sebelum tindakan dilakukan. Selain itu, ia masih harus berjuang melawan kejang dan menjalani radioterapi karena beberapa tumor yang tersisa menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan kembali.

Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?

Kasus ini menyoroti fenomena medis di mana tumor otak sering kali "bersembunyi" di balik gejala-gejala ringan. Karena meningioma berkembang perlahan, otak terkadang beradaptasi dengan tekanan tersebut hingga mencapai titik kritis di mana kerusakan saraf menjadi permanen.

Penting bagi masyarakat untuk tidak melakukan diagnosis mandiri (self-diagnosis). Jika gejala seperti kesemutan, sakit kepala yang tidak biasa, atau gangguan sensorik terjadi secara kronis, segera konsultasikan dengan ahli saraf (neurolog).

Kapan Anda Harus Khawatir?

Gejala Karakteristik yang Perlu Diwaspadai
Kesemutan/Kebas Terjadi pada satu sisi tubuh atau disertai kelemahan otot.
Sakit Kepala Sangat hebat di pagi hari, disertai mual atau muntah proyektil.
Gangguan Visual Pandangan kabur mendadak, ganda, atau kehilangan lapang pandang.
Fungsi Kognitif Kesulitan menemukan kata-kata atau perubahan kepribadian drastis.

Kisah Kerry Brown adalah pengingat bahwa investasi terbaik adalah waktu untuk memeriksakan kesehatan. Jangan biarkan gejala "ringan" menutupi kondisi yang sebenarnya membutuhkan penanganan segera. Deteksi dini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga kualitas hidup di masa depan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya