Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Ekspor Bumbu dan Makanan Siap Saji Haji 2026 Dibuka, UMKM Indonesia Tembus Rantai Pasok Global

Akmal Fauzi
02/4/2026 22:55
Ekspor Bumbu dan Makanan Siap Saji Haji 2026 Dibuka, UMKM Indonesia Tembus Rantai Pasok Global
Ekspor Bumbu dan Makanan Siap Saji Haji 2026 Dibuka, UMKM Indonesia Tembus Rantai Pasok Global(Kemenhaj)

PEMERINTAH resmi melepas ekspor bumbu dan makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) untuk kebutuhan jemaah haji 2026. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mendorong UMKM dalam negeri masuk ke pasar global sekaligus memperkuat rantai pasok internasional dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan strategi konkret untuk memperkuat sektor riil melalui ekosistem ekonomi haji.

“Kami ingin memastikan ekosistem haji dan umrah tidak hanya berdampak pada layanan ibadah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku usaha di dalam negeri,” ujar Jaenal Effendi, Kamis (2/4).

Produk yang diekspor meliputi bumbu instan dan makanan siap saji yang telah melalui proses standardisasi ketat, baik dari sisi kualitas, ketahanan produk, maupun sertifikasi halal yang diakui secara internasional.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi uji coba sistem logistik untuk memastikan kesiapan distribusi produk Indonesia ke Arab Saudi, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga ketepatan waktu pengiriman.

“Kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa produk UMKM Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar global, khususnya untuk kebutuhan jemaah haji,” jelasnya.

Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PT Pos Indonesia berperan dalam pengelolaan rantai pasok, sementara PT Garuda Indonesia mendukung distribusi melalui jalur udara.

Sinergi ini menciptakan ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari petani rempah, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa logistik. Pemerintah memandang potensi ekonomi dari sektor haji dan umrah sangat besar untuk mendongkrak pertumbuhan nasional.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak UMKM yang terlibat dan mampu meningkatkan kapasitas produksinya,” kata Jaenal.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya