Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Ini 9 Camilan yang Bisa Bantu Kontrol Gula Darah

Abi Rama
30/3/2026 22:23
Ini 9 Camilan yang Bisa Bantu Kontrol Gula Darah
Ilustrasi(freepik)

BANYAK orang dengan diabetes masih mengira ngemil adalah kebiasaan yang harus dihindari. Padahal, camilan tetap boleh dikonsumsi selama pilihannya tepat dan porsinya terkontrol.

Bahkan, camilan yang sehat justru dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tidak naik terlalu tinggi sekaligus mencegah gula darah turun terlalu rendah.

Camilan yang baik untuk penderita diabetes umumnya mengandung protein, serat, dan lemak sehat, serta rendah karbohidrat olahan.

Kombinasi nutrisi tersebut membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan membantu penyerapan gula berlangsung lebih lambat. Karena itu, memilih camilan yang tepat menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes.

Mengutip daei laman Eka Hospital, berikut ini 9 camilan yang bisa membantu mengatur gula darah.

1. Telur Rebus

Telur rebus menjadi salah satu camilan yang paling mudah ditemukan dan praktis dikonsumsi. Kandungan proteinnya cukup tinggi, sehingga dapat membantu menahan rasa lapar tanpa memicu lonjakan gula darah yang tajam.

Satu butir telur rebus besar mengandung sekitar 6,3 gram protein. Protein pada telur dicerna lebih lambat dibanding karbohidrat, sehingga membantu tubuh menyerap glukosa secara lebih stabil. Tak heran, telur rebus sering direkomendasikan sebagai camilan untuk penderita diabetes.

Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Jika ingin makan telur dalam jumlah lebih banyak, bagian putih telur bisa menjadi pilihan karena kandungan lemak dan kolesterolnya lebih rendah dibanding kuning telur.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga termasuk camilan sehat yang baik untuk penderita diabetes. Jenis makanan ini memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tubuh menyerap karbohidratnya secara perlahan dan tidak membuat gula darah naik terlalu cepat.

Beberapa jenis kacang yang baik dikonsumsi antara lain almond, kenari, kacang mete, kacang tanah, dan pistachio. Almond mengandung vitamin E yang tinggi, kenari kaya omega-3, sedangkan kacang mete mengandung magnesium. Selain itu, sejumlah kacang juga membantu menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

Meski sehat, porsi kacang tetap perlu dijaga karena kalorinya cukup tinggi. Konsumsi secukupnya agar manfaatnya tetap optimal.

3. Buah Berry

Buah-buahan berry seperti blueberry dan stroberi bisa menjadi pilihan camilan segar sekaligus sehat. Selain rasanya enak, buah ini kaya serat dan antioksidan yang baik bagi tubuh.

Berry juga memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis. Kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula, sementara antioksidannya berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Camilan ini cocok dikonsumsi langsung atau dipadukan dengan makanan sehat lain, asalkan tanpa tambahan gula berlebihan.

4. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai buah dengan kandungan lemak sehat, terutama lemak tak jenuh tunggal. Jenis lemak ini bermanfaat membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil, terutama pada penderita diabetes tipe 2.

Selain itu, alpukat juga dapat membantu menurunkan berat badan, mengurangi kolesterol, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Karena itu, buah ini sering dianggap sebagai pilihan camilan yang menyehatkan.

Meski demikian, alpukat juga cukup tinggi kalori. Konsumsinya tetap perlu dibatasi, misalnya setengah buah sekali makan, atau sekitar satu hingga satu setengah buah per hari.

5. Apel

Apel merupakan buah yang kaya nutrisi, seperti vitamin B, vitamin C, dan kalium. Buah ini juga mengandung antioksidan polifenol yang dapat membantu melindungi sel pankreas dari kerusakan.

Kandungan serat pada apel ikut membantu memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh. Karena itu, apel bisa menjadi camilan yang mengenyangkan tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang terlalu cepat.

Agar lebih sehat, apel sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk buah utuh, bukan jus, karena jus cenderung lebih cepat meningkatkan gula darah.

6. Yogurt

Yogurt plain atau yogurt tanpa tambahan rasa dapat menjadi camilan yang baik untuk penderita diabetes. Kandungan probiotiknya membantu mendukung kesehatan pencernaan dan membantu tubuh dalam memproses makanan yang mengandung gula.

Selain itu, yogurt juga memiliki protein yang berperan dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Camilan ini bisa menjadi pilihan yang praktis, terutama jika dikonsumsi tanpa tambahan gula, sirup, atau topping manis.

Untuk hasil yang lebih baik, pilih yogurt tawar tanpa pemanis tambahan agar manfaatnya tetap maksimal.

7. Popcorn Tanpa Garam dan Gula

Popcorn tanpa tambahan gula dan garam juga bisa menjadi pilihan camilan bagi penderita diabetes. Camilan ini tergolong rendah kalori, sehingga dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Karena rendah kalori dan bisa memberi rasa kenyang, popcorn sederhana dapat menjadi alternatif camilan yang lebih aman dibanding makanan ringan tinggi gula atau lemak. Namun, yang perlu diperhatikan adalah cara penyajiannya.

Popcorn yang diberi karamel, mentega berlebihan, atau garam tinggi tentu tidak lagi masuk kategori sehat. Jadi, pilih popcorn polos agar tetap aman dikonsumsi.

8. Oatmeal

Oatmeal dikenal sebagai makanan yang kaya serat dan memiliki indeks glikemik rendah. Kombinasi ini membuat oatmeal cocok untuk membantu mengatur kadar gula darah.

Dalam satu cangkir oatmeal matang tanpa tambahan, atau setengah cangkir oat kering, terdapat sekitar 30 gram karbohidrat. Meski mengandung karbohidrat, jenis karbohidrat pada oatmeal cenderung lebih baik karena dicerna lebih lambat. Kandungan lemak sehatnya juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Oatmeal bisa dikonsumsi sebagai camilan ringan atau menu sarapan, asalkan tidak ditambah gula berlebihan.

9. Biskuit Gandum

Biskuit gandum bisa menjadi camilan yang lebih aman dibanding biskuit biasa karena mengandung serat, vitamin B, dan fitokimia. Gandum utuh juga memiliki indeks glikemik lebih rendah sehingga membantu mengelola kadar gula darah.

Namun, meskipun lebih sehat, biskuit gandum tetap mengandung karbohidrat. Karena itu, konsumsinya tidak boleh berlebihan. Porsi yang terlalu banyak tetap bisa memengaruhi kadar gula darah.

Sumber: Eka Hospital.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya