Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan kondisi perut setelah 30 hari berpuasa dan langsung banyak mengonsumsi bisa menyebabkan diare atau masalah gastrointestinal.
Ia menjelaskan selama satu bulan penuh berpuasa mengurangi makanan-makanan yang pedas, dan saat lebaran banyak orang mengonsumsi makanan pedas. Beberapa hari setelah lebaran terjadi peningkatan kasus-kasus diare.
"Karena selama 30 hari puasa diistirahatkan dan ketika makan yang pedas-pedas kaget sehingga akhirnya terjadi diare. Ini juga berhubungan kemungkinan Irritable Bowel Syndrome atau usus menjadi sensitif," kata Prof Ari saat dihubungi, Selasa (24/3).
Karena itu, ia menganjurkan sebaiknya konsumsi pedas secara perlahan-lahan.
"Konsumsi pedas ditingkatkan kalau memang hobi makan pedas. Jadi dengan tidak boleh secara tiba-tiba langsung mengonsumsi makan-makan yang pedas," ujar dia.
Makanan lainnya yang harus dibatasi yakni makanan yang biasa tersaji ketika momen lebaran seperti gulai, opor, dan sebagainya yang banyak mengandung lemak dan bersantan.
"Makanan yang bersantan dan berlemak akan mendorong kantong empedu yang sudah ada riwayat radang kronis menjadi radang kembali atau akan merangsang batu empedu sehingga menyebabkan nyeri," ujar dia.
Diketahui bahwa sebagian dari masyarakat punya masalah dengan kantong empedu yang mengalami peradangan kronis atau mungkin juga ada batu di kantong empedu. (Iam/I-1)
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved