Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUDA dari 16 negara berkumpul dalam forum internasional "Humana Youth Diplomacy Platform" untuk membahas masa depan diplomasi global dari perspektif generasi baru. Forum yang menjadi wadah diskusi dan lokakarya ini menyoroti pergeseran paradigma diplomasi tradisional menuju pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis kemanusiaan.
Penggagas forum sekaligus President Global Youth Diplomacy Community di Turki, Naufal Ubaidillah menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai transportir nilai dan pembentuk narasi dunia.
“Pemuda memiliki kekuatan besar dalam membentuk narasi dunia. Kita adalah penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Narasi yang perlu kita bawa adalah diplomasi yang lebih banyak mendengar dan lebih terbuka terhadap perbedaan,” ujar Naufal, yang juga menjabat sebagai Ketua PPI Turki, melalui keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Naufal, yang juga merupakan Ketua Umum Terdepan Institute itu menambahkan bahwa diplomasi masa depan tidak lagi terbatas pada ruang negosiasi formal yang kaku. Menurutnya, medium budaya seperti film, buku, seni, serta platform kreatif lainnya kini menjadi instrumen vital untuk menjangkau masyarakat luas secara organik.
Acara ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang negara, di antaranya Indonesia, Turki, Rusia, Italia, Kazakhstan, Pakistan, hingga Mesir dan Ethiopia.
Dalam sesi masterclass, pendiri Humana Diplomacy, Martina Pavone, memaparkan pergeseran penting dalam paradigma diplomasi global. Ia menekankan bahwa diplomasi tradisional yang bersifat reaktif dan institusional harus berevolusi menjadi diplomasi regeneratif.
Selain diskusi teoretis, forum ini membagi peserta ke dalam empat kelompok kerja yang membahas isu polarisasi bahasa, kepercayaan institusi, peran pemuda dalam diplomasi global, serta identitas budaya.
Para peserta tidak hanya bertukar pandangan, tetapi juga merancang rencana proyek kolaboratif yang diharapkan menjadi inisiatif nyata di masa depan. Forum ini diharapkan memperkuat jaringan lintas budaya guna menciptakan dunia yang lebih damai dan berkelanjutan melalui kepemimpinan pemuda. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved