Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
RAMADAN menjadi momen untuk berbagi dan memperluas kepedulian. Bagi sebagian keluarga di Indonesia, kepedulian itu hadir dalam bentuk yang sangat sederhana namun berdampak seumur hidup: sebuah operasi yang mengembalikan senyuman anak mereka.
Para keluarga pasien bibir sumbing dan celah langit-langit mulut, berkumpul dalam silaturahmi “Harmoni Ramadan Ciptakan Senyuman” yang digelar oleh Smile Train Indonesia.
Didukung oleh kantor hukum Dentons HPRP, sesi silaturahmi dirangkai bersama bincang-bincang interaktif dan edukatif yang juga menghadirkan dokter ahli bedah plastik. Acara ini disiarkan secara langsung melalui akun IG dan Facebook Smile Train Indonesia, sehingga masyarakat pun dapat mengikutinya secara daring.
Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati menjelaskan,”Indonesia masih termasuk di peringkat tiga besar negara dengan jumlah kasus bibir sumbing dan celah langit-langit mulut tertinggi di dunia. Setiap tahun, ribuan bayi lahir dengan kondisi ini. Tanpa penanganan dini, sumbing dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, hingga tumbuh kembang dan kondisi psikologis anak. Padahal, prosedur operasi sumbing dapat dilakukan dalam waktu sekitar 45 menit. Dengan standar keselamatan yang ketat dan dukungan tenaga medis profesional, tindakan ini mampu mengubah kualitas hidup anak secara signifikan,”.
Sejak 2002, Smile Train Indonesia telah mendukung sekitar 7.000 operasi gratis setiap tahunnya dan dalam waktu dekat akan mencapai hampir 200.000 operasi di seluruh Indonesia.
Secara global, Smile Train telah mendukung lebih dari 2 juta operasi sumbing, di mana pasien ke-2 juta berasal dari Indonesia—sebuah pencapaian yang menegaskan peran penting Indonesia dalam perjalanan global organisasi ini.
Dokter ahli bedah plastik yang juga mitra Smile Train Indonesia, dr. Yantoko, Sp.BP-RE, menjelaskan, “Operasi sumbing yang dilakukan bersama Smile Train selalu memprioritaskan prosedur yang aman, sesuai standar medis, dan biasanya berlangsung sekitar 45 menit. Tentunya kami meng-encourage operasi dilakukan sedini mungkin, agar komplikasi bisa dicegah. Penanganan sejak awal dapat mencegah dampak jangka panjang pada tumbuh kembang dan psikologis anak.”
Keberhasilan operasi sumbing, tak hanya diukur dari perubahan fisik yang terlihat, tetapi dari bagaimana anak dapat kembali menjalani masa tumbuh kembangnya dengan optimal. Karena itu, perawatan lanjutan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pemulihan.
Kolaborasi dengan Smile Train dan Dentons HPRP mempertegas pentingnya peran lintas sektor dalam mendukung kesehatan masyarakat. Andre Rahadian, Secretary Yayasan Smile Train Indonesia sekaligus Partner di Dentons HPRP, menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari nilai kepedulian yang sama. “Ramadan mengajarkan kita tentang berbagi dan tanggung jawab sosial. Kami percaya bahwa dunia usaha, khususnya kami di Dentons HPRP dapat mengambil peran nyata dalam membantu anak-anak dengan kondisi sumbing. Secara pribadi, saya memiliki panggilan jiwa dan meyakini bahwa kita harus giving back to society. Kami percaya setiap dukungan yang diberikan berarti membuka masa depan yang lebih baik bagi mereka,” ungkapnya.
Sebagai negara kepulauan dengan tantangan geografis yang luas, menjangkau pasien di berbagai pelosok membutuhkan dukungan bersama. Melalui “Harmoni Ramadan Ciptakan Senyuman”, Smile Train Indonesia dan Dentons HPRP berharap ada lebih banyak orang untuk turut ambil bagian dalam menciptakan lebih banyak senyuman.
Di bulan suci ini, Smile Train Indonesia juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika terdapat keluarga, kerabat, atau tetangga dengan kondisi bibir sumbing, tidak perlu ragu untuk menghubungi Smile Train atau rumah sakit mitra terdekat. Prosedur operasi dapat dilakukan dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan bedah plastik komersial, dengan standar medis yang jelas dan aman. Lebih dari itu, perawatan yang diberikan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
“Operasi hanyalah langkah awal. Setelah tindakan operasi dilakukan, anak-anak tetap kami pantau. Banyak yang diarahkan ke layanan lanjutan seperti ortodontik serta pendampingan psikologis untuk memperkuat mental mereka. Di 2026, kami juga akan memperkuat program pengembangan diri melalui pelatihan soft skills seperti tari dan public speaking, agar mereka bukan hanya pulih secara fisik, tetapi juga percaya diri menyalurkan potensi terbaiknya. Sebab bagi seorang anak sumbing, satu tindakan yang tepat dalam mengubah hidup, selamanya,” pungkas Deasy. (Z-)
Kegiatan ini ditujukan bagi peserta berusia minimal 3 bulan untuk operasi bibir sumbing serta 18 bulan untuk operasi celah lelangit.
Setiap tahun, sekitar 7.500 anak di Indonesia lahir dengan kondisi bibir sumbing.
Di tengah kondisi banjir yang melanda wilayah Jabodetabek, FKUI turut menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Kelainan bibir dan langit-langit atau bibir sumbing dan celah lelangit adalah kelainan akibat jaringan bibir atau langit-langit mulut yang tidak menyatu sempurna.
Ada dua tipe kelainan bibir dan langit-langit, yakni kelainan multiple dan isolated.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved