Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

BMKG: Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terjadi Pukul 18.33 WIB, Bisa Diamati di Indonesia

Ficky Ramadhan
02/3/2026 14:06
BMKG: Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terjadi Pukul 18.33 WIB, Bisa Diamati di Indonesia
Foto kolase penampakan fenomena fase gerhana bulan total di langit pulau Lombok, Mataram, NTB, Senin (8/9/2025).(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, dan dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia. Peristiwa astronomi langka ini diperkirakan menjadi salah satu fenomena langit paling menarik sepanjang tahun 2026.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa gerhana bulan merupakan peristiwa astronomi yang terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus, yang hanya berlangsung saat fase purnama. Dalam kondisi tersebut, Bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti atau umbra Bumi.

"Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah, jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi," kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3).

Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Berdasarkan data BMKG, keseluruhan proses gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik, sejak fase awal hingga berakhir sepenuhnya. Fase gerhana sebagian atau parsial berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas terjadi selama 59 menit 27 detik.

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyampaikan gerhana mulai teramati pada pukul 18.03.56 WIB.

Adapun waktu puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada:

  • 18.33.39 WIB
  • 19.33.39 WITA
  • 20.33.39 WIT

Pada fase puncak tersebut, Bulan diperkirakan tampak berwarna merah akibat fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar di atmosfer, sementara cahaya merah tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan.

Wilayah Indonesia Timur Lebih Optimal Mengamati

BMKG menjelaskan wilayah Indonesia bagian timur memiliki peluang pengamatan lebih baik karena fase awal gerhana bertepatan dengan waktu Bulan terbit. Sementara di wilayah barat Indonesia, Bulan baru terlihat saat gerhana telah memasuki fase totalitas atau mendekati puncaknya.

"Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan," ujar Fachri.

Satu-satunya Gerhana yang Terlihat di Indonesia pada 2026

Sepanjang tahun 2026, secara global diperkirakan terjadi empat peristiwa gerhana, terdiri atas dua Gerhana Matahari dan dua Gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat disaksikan langsung dari Indonesia.

Secara astronomis, peristiwa ini merupakan anggota ke-27 dari total 71 gerhana dalam seri Saros 133. Gerhana sebelumnya dalam seri yang sama terjadi pada 21 Februari 2008 dan diproyeksikan kembali berlangsung pada 13 Maret 2044. (Fik/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya