Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Penemuan Air Purba 2 Miliar Tahun di Kanada Buka Wawasan Kehidupan Mikroba Purba

N Apuan Iskandar
01/3/2026 21:02
Penemuan Air Purba 2 Miliar Tahun di Kanada Buka Wawasan Kehidupan Mikroba Purba
ilustrasi air purba.(Freepik.)

PARA ilmuwan melaporkan penemuan air purba yang diyakini sebagai salah satu yang tertua di dunia, tersimpan jauh di bawah permukaan Bumi selama miliaran tahun. Temuan ini memberikan petunjuk penting tentang kondisi awal planet serta kemungkinan keberadaan kehidupan mikroba purba.

Air tersebut ditemukan di tambang bawah tanah Kidd Creek di Ontario, Kanada, pada kedalaman sekitar 2,4 kilometer. Lokasi ini berada di kawasan geologi yang dikenal sebagai Canadian Shield, formasi batuan berusia sangat tua. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature dan Geochemical Perspectives Letters menyebutkan usia air tersebut diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,6 miliar tahun.

Tim peneliti yang dipimpin oleh ahli geokimia dari University of Toronto dan didukung oleh peneliti dari Princeton University menganalisis komposisi isotop gas terlarut dalam sampel air, termasuk helium, neon, argon, dan xenon. Konsentrasi gas mulia yang sangat tinggi menunjukkan bahwa air tersebut telah terisolasi dari permukaan Bumi dalam rentang waktu geologis yang sangat panjang.

Selain usianya yang ekstrem, air purba ini juga mengandung hidrogen dan metana dalam konsentrasi signifikan. Senyawa tersebut terbentuk melalui reaksi kimia antara air dan batuan kaya besi, proses yang dikenal sebagai radiolisis. Reaksi ini menghasilkan energi kimia yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba tanpa bergantung pada sinar matahari.

Menurut laporan Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada, temuan ini memperkuat hipotesis bahwa kehidupan mikroba dapat bertahan jauh di bawah permukaan Bumi dalam lingkungan ekstrem. Studi mikrobiologi sebelumnya di lokasi serupa menemukan keberadaan komunitas mikroorganisme yang memanfaatkan energi kimia dari batuan dan air.

Penemuan ini memiliki implikasi luas bagi astrobiologi. Para peneliti menilai lingkungan bawah tanah yang kaya hidrogen seperti di Kidd Creek bisa menjadi analog bagi kondisi bawah permukaan Mars atau satelit es seperti Europa dan Enceladus. Jika kehidupan mampu bertahan di kedalaman Bumi tanpa cahaya matahari selama miliaran tahun, kemungkinan serupa dapat terjadi di planet atau bulan lain.

Secara geologis, air tersebut berasal dari periode Arkean hingga Proterozoikum awal, masa ketika atmosfer Bumi belum kaya oksigen dan kehidupan masih didominasi organisme mikroskopis sederhana. Dengan demikian, air purba ini menjadi kapsul waktu alami yang menyimpan jejak kondisi kimia Bumi awal.

Penemuan ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang sejarah hidrologi planet, tetapi juga membuka perspektif baru mengenai ketahanan kehidupan di lingkungan ekstrem. (Nature, Geochemical Perspectives Letters, Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NSERC), University of Toronto, Department of Earth Sciences/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya