Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Sering Lelah Padahal Sudah Tidur Cukup? Waspada Penyakit Misterius ME/CFS, Ini Tandanya!

Muhammad Ghifari A
01/3/2026 17:15
Sering Lelah Padahal Sudah Tidur Cukup? Waspada Penyakit Misterius ME/CFS, Ini Tandanya!
Sering Lelah Padahal sudah Tidur Cukup(Dok. Freepik)

PERNAHKAH Anda merasa lelah yang luar biasa, namun tidur selama belasan jam pun tidak mampu memulihkannya? Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar kelelahan akibat lembur atau kurang tidur, melainkan gejala dari Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome (ME/CFS).

Hingga tahun 2026, ME/CFS tetap menjadi salah satu tantangan medis paling kompleks. Penyakit kronis multisistem ini ditandai dengan kelelahan ekstrem yang berlangsung minimal enam bulan dan sering kali disertai dengan penurunan kemampuan kognitif yang drastis.

Apa Itu ME/CFS dan Mengapa Berbeda dengan Lelah Biasa?

ME/CFS bukan sekadar rasa kantuk atau lemas. Ini adalah gangguan neurologis dan imunologis yang melumpuhkan. Perbedaan utamanya terletak pada efektivitas istirahat. Pada kelelahan biasa, istirahat akan mengembalikan energi. Namun pada pengidap ME/CFS, istirahat sering kali tidak memberikan efek kesegaran sama sekali.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan Long COVID, di mana banyak penyintas virus tersebut menunjukkan gejala yang identik dengan ME/CFS, memperkuat dugaan bahwa infeksi virus merupakan salah satu pemicu utama gangguan sistem imun ini.

Gejala ME/CFS: Post-Exertional Malaise (PEM)

Ciri khas yang membedakan ME/CFS dari penyakit lain adalah Post-Exertional Malaise (PEM). Ini adalah kondisi di mana gejala memburuk secara drastis setelah penderita melakukan aktivitas fisik atau mental yang minimal.

  • Kelelahan Ekstrem: Kelelahan yang sangat berat sehingga aktivitas sederhana seperti menyisir rambut atau berbicara bisa terasa seperti mendaki gunung.
  • Brain Fog: Kesulitan berkonsentrasi, gangguan daya ingat jangka pendek, dan sulit menemukan kata-kata saat bicara.
  • Gangguan Tidur: Meskipun sangat lelah, penderita sering mengalami insomnia atau terbangun dengan perasaan tetap lelah (unrefreshing sleep).
  • Intoleransi Ortostatik: Merasa pusing, jantung berdebar, atau hampir pingsan saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring.

Terobosan Riset E/CFS 2026: Malfungsi Sel dan Konektivitas Otak

Riset terbaru pada awal 2026 memberikan harapan baru bagi pasien. Peneliti dari Griffith University menemukan adanya gangguan pada fungsi ion channel (saluran ion) dalam sel imun penderita ME/CFS.

Saluran ini diibaratkan sebagai "pintu yang macet", sehingga sel tubuh tidak bisa mendapatkan kalsium yang dibutuhkan untuk memproduksi energi.

Selain itu, teknologi MRI terbaru menunjukkan adanya gangguan konektivitas di area otak yang mengatur fungsi eksekutif. Hal ini menjelaskan mengapa aktivitas mental yang berat sering kali memicu "crash" atau perburukan gejala yang parah pada pasien.

Strategi Penanganan: Metode Pacing

Hingga saat ini, belum ada obat tunggal untuk menyembuhkan ME/CFS. Namun, pengelolaan gejala dapat dilakukan melalui metode Pacing. Strategi ini mengajarkan pasien untuk hidup di dalam "amplop energi" mereka sendiri.

Metode Cara Melakukan
Stop Before You Drop Berhenti beraktivitas sebelum merasa lelah muncul. Jangan menunggu hingga energi habis.
Rest Periods Menjadwalkan waktu istirahat total (tanpa gadget) di sela-sela aktivitas harian.
Manajemen Stres Menggunakan teknik relaksasi untuk menjaga sistem saraf agar tidak terlalu aktif (overstimulated).

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda atau kerabat mengalami kelelahan yang tidak kunjung hilang selama lebih dari enam bulan, disertai nyeri otot tanpa sebab yang jelas dan gangguan konsentrasi, segera konsultasikan ke dokter saraf atau spesialis penyakit dalam. Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi semakin parah akibat pemaksaan aktivitas (pushing through) yang justru berbahaya bagi penderita ME/CFS.

FAQ (People Also Ask)

1. Apakah ME/CFS bisa sembuh total?
Beberapa penderita mengalami perbaikan kondisi yang signifikan seiring waktu, namun banyak yang harus mengelola kondisi ini secara kronis sepanjang hidup mereka.

2. Apakah olahraga membantu penderita ME/CFS?
Berbeda dengan penyakit lain, olahraga berat justru bisa memperburuk ME/CFS karena risiko PEM. Aktivitas fisik harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan di bawah pengawasan ahli.

3. Apa perbedaan ME/CFS dengan Depresi?
Depresi adalah gangguan suasana hati yang bisa menyebabkan lelah, sementara ME/CFS adalah penyakit fisik multisistem. Penderita ME/CFS biasanya memiliki keinginan besar untuk beraktivitas namun tubuh mereka tidak mampu, berbeda dengan gejala anhedonia pada depresi.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya