Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Di antara seluruh malam di bulan Ramadhan, Lailatul Qadar menduduki posisi paling istimewa. Namun, berbeda dengan ibadah lain yang memiliki waktu pasti, Lailatul Qadar diselimuti tabir rahasia. Mengapa Sang Pencipta membiarkan hamba-Nya berada dalam ketidakpastian mengenai waktu turunnya malam seribu bulan ini?
Dalam sebuah riwayat yang sahih, Rasulullah SAW sebenarnya pernah hendak memberitahukan tanggal pasti Lailatul Qadar kepada umatnya. Namun, sebuah peristiwa terjadi yang mengubah segalanya. Saat beliau keluar rumah, terlihat dua orang sahabat sedang berselisih paham dan bertengkar.
Akibat pertengkaran tersebut, Allah SWT mengangkat pengetahuan tentang tanggal pasti Lailatul Qadar dari ingatan Rasulullah. Beliau kemudian bersabda bahwa mungkin hal tersebut adalah yang terbaik bagi umatnya. Kisah ini memberikan pelajaran berharga bahwa perselisihan dapat menjauhkan kita dari rahmat dan ilmu.
Para ulama dan ahli hikmah merumuskan beberapa alasan mengapa kerahasiaan ini justru merupakan bentuk kasih sayang Allah:
Jika tanggal Lailatul Qadar diumumkan seperti hari raya, manusia cenderung akan beribadah secara instan hanya pada malam tersebut. Dengan dirahasiakan, Allah ingin melihat siapa yang benar-benar gigih mencari-Nya di sepanjang sepuluh malam terakhir.
Karena tidak tahu pasti, seorang Muslim akan berusaha menghidupkan setiap malam dengan salat, zikir, dan tilawah. Secara tidak langsung, ia telah mengumpulkan pahala ibadah sepuluh malam penuh, yang mungkin tidak akan ia lakukan jika sudah tahu tanggal pastinya.
Rahasia Lailatul Qadar mengajarkan kita tentang konsep pencarian. Dalam dunia spiritual, proses mencari seringkali lebih penting daripada apa yang ditemukan. Saat kita terjaga di malam-malam ganjil, merintih dalam doa, dan bersujud dalam kesendirian, di situlah hubungan batin antara hamba dan Khalik sedang dipererat.
Allah ingin hamba-Nya menikmati momen "berduaan" lebih lama. Ketidakpastian waktu membuat kita terus mengetuk pintu langit, dan setiap ketukan itu adalah pahala yang tak terhingga.
Sama sekali bukan. Sebaliknya, ini adalah peluang. Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk mendapatkan pahala ibadah yang berlipat ganda di sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Cara terbaik adalah dengan menganggap setiap malam di sepuluh hari terakhir sebagai Lailatul Qadar. Dengan begitu, kita tidak akan pernah melewatkan kemuliaannya.
Kerahasiaan Malam Lailatul Qadar adalah undangan terbuka dari Allah SWT bagi mereka yang benar-benar mencintai-Nya. Ini adalah ujian keikhlasan, manajemen rindu, dan bukti kesungguhan. Mari kita jadikan setiap detik di akhir Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, tanpa perlu terjebak dalam perdebatan mengenai tanggal, karena esensi sesungguhnya adalah bertemunya hati yang tulus dengan rahmat-Nya yang tak terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved