Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Daftar Imunisasi Dasar dan Lanjutan 0-18 Tahun: Melindungi Buah Hati 2026

 Gana Buana
13/2/2026 22:34
Daftar Imunisasi Dasar dan Lanjutan 0-18 Tahun: Melindungi Buah Hati 2026
Panduan lengkap jadwal imunisasi anak 0-18 tahun 2026.(Freepik)

MEMASUKI tahun 2026, tantangan kesehatan global semakin dinamis. Melindungi buah hati bukan lagi sekadar memberikan asupan nutrisi yang baik, melainkan juga memastikan benteng pertahanan tubuh mereka diperkuat melalui imunisasi yang tepat waktu.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyempurnakan jadwal imunisasi nasional untuk memberikan perlindungan yang lebih luas dan efisien.

Inovasi Utama 2026: Vaksin Heksavalen

Salah satu terobosan besar di tahun 2026 adalah penerapan secara masif vaksin Heksavalen dalam program imunisasi dasar. Inovasi ini memungkinkan anak mendapatkan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus (Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B, Hib, dan Polio) dalam satu kali suntikan.

Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap (0-12 Bulan)

Berikut adalah tabel ringkasan jadwal imunisasi dasar terbaru yang berlaku nasional pada tahun 2026:

Usia Anak Jenis Vaksin
0 - 24 Jam Hepatitis B (HB-0)
1 Bulan BCG, Polio Tetes (OPV) 1
2 Bulan Heksavalen 1, PCV 1, Rotavirus 1
3 Bulan Heksavalen 2, PCV 2, Rotavirus 2
4 Bulan Heksavalen 3, Rotavirus 3
9 Bulan MR (Measles Rubella) 1

Imunisasi Lanjutan dan Booster (Baduta & Sekolah)

Perlindungan jangka panjang memerlukan dosis penguat atau booster untuk memastikan kadar antibodi tetap optimal di dalam tubuh anak.

  • Usia 18 Bulan: Vaksin Heksavalen dosis ke-4 (Booster DTP-HB-Hib) dan MR dosis ke-2.
  • Usia 5-7 Tahun (Kelas 1 SD): Vaksin MR dan DT melalui program BIAS.
  • Usia 11-12 Tahun (Kelas 5 & 6 SD): Vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks (2 dosis) dan vaksin Td.

Vaksin Pilihan dan Rekomendasi IDAI 2026

Selain program wajib pemerintah, terdapat beberapa vaksin yang sangat direkomendasikan oleh pakar kesehatan (IDAI) untuk menghadapi risiko penyakit endemis:

  1. Vaksin Dengue: Diberikan mulai usia 6 tahun untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD).
  2. Vaksin Influenza: Diberikan setiap tahun sekali, terutama menjelang musim hujan.
  3. Vaksin Varicella & Hepatitis A: Diberikan setelah usia 12 bulan untuk mencegah cacar air dan peradangan hati.

People Also Ask (FAQ)

1. Mengapa jumlah suntikan sekarang lebih sedikit?

Berkat penggunaan vaksin kombinasi seperti Heksavalen, anak mendapatkan perlindungan terhadap lebih banyak penyakit dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit dibandingkan prosedur tahun-tahun sebelumnya.

2. Apa yang harus dilakukan jika anak demam setelah vaksin?

Demam ringan adalah reaksi normal tubuh yang sedang membentuk kekebalan. Berikan kompres hangat, perbanyak cairan (ASI/air putih), dan berikan obat penurun panas sesuai anjuran dokter jika suhu tubuh melebihi 38 derajat Celcius.

Persiapan Imunisasi untuk Orang Tua

  • Pastikan membawa buku KIA atau kartu imunisasi setiap kunjungan.
  • Informasikan kepada dokter jika anak memiliki riwayat alergi berat atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Berikan kenyamanan pada anak (pelukan atau menyusui) segera setelah proses penyuntikan selesai untuk mengurangi stres.
  • Catat tanggal jadwal berikutnya di kalender ponsel Anda agar tidak terlewat.

Melengkapi imunisasi adalah bukti cinta dan tanggung jawab orang tua dalam menjamin masa depan kesehatan anak. Hubungi Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan layanan vaksinasi sesuai jadwal terbaru 2026. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya