Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Terpilih Menjadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Siap Tembus Kampus Dunia

Syarief Oebaidillah
12/2/2026 21:58
Terpilih Menjadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Siap Tembus Kampus Dunia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS), Bogor, menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Jawa Barat dalam program unggulan nasional, Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2025, yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hal ini menjadi blessing sekaligus tantangan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya dalam upaya meluluskan siswa-siswinya mampu menembus masuk kampus atau perguruan tinggi luar negeri (PTLN) top dunia.

"Kami bersyukur sekolah yang kami bina ini terpilih oleh pemerintah menjadi salah satu Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Transformasi 2025. Hal ini menjadi blessing juga tantangan bagi kami dalam mencetak siswa-siswi unggul masuk ke 100 kampus kelas dunia. Kami berkomitmen memacu kerja-kerja pendidikan dengan kolaborasi untuk lebih baik lagi," kata Direktur Pendidikan CRIBS, Dr. Ari Rosandi, dalam keterangannya.

Ari Rosandi mengutarakan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan menyandang status sebagai Sekolah Garuda, kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat. Kini CRIBS yang baru berdiri 10 tahun semakin dikenal dan mendapat atensi masyarakat yang sangat tinggi. Hal itu terbukti, dari yang biasanya hanya menerima 58 siswa, kini pendaftarnya meningkat 300 persen atau tiga kali lipat sejak resmi menyandang status sebagai Sekolah Garuda Transformasi.

Ari Rosandi yang telah berkecimpung di dunia pendidikan selama 25 tahun memaparkan bahwa seiring status tersebut, pihaknya melakukan akselerasi pada tiga aspek utama. Pertama, penguatan kurikulum berstandar internasional melalui Cambridge dan STEAM Education yang berintegrasi dengan Kurikulum Nasional. Kedua, pemanfaatan teknologi berbasis AI guna mendukung inovasi pembelajaran. Ketiga, pendidikan karakter berbasis nilai religius dan kebangsaan melalui program penguatan mental, kepemimpinan, serta pengabdian sosial dalam kultur boarding school.

Pengimbasan

Kepala SMA CRIBS, Sandra Susanto, menambahkan bahwa program Sekolah Garuda Transformasi dirancang untuk memperkuat SMA/MA unggulan di Indonesia agar mencapai standar pendidikan kelas dunia, terutama di bidang sains, teknologi, dan kepemimpinan. Terdapat penguatan di bidang IELTS, SAT, dan proyek kolaboratif guna melatih siswa membuat portofolio dan esai persiapan menuju universitas terbaik dunia. Pemerintah sendiri tidak mengintervensi kurikulum yang telah dirancang pihak sekolah, sehingga program ini murni memperkuat jalur internasional yang sudah ada.

Lulusan SMA CRIBS tercatat telah diterima di berbagai kampus kelas internasional seperti The University of Sydney, Monash University, KU Leuven (Belgia), Warsaw University (Polandia), Al-Azhar University, Cornell University (Ivy League), University of British Columbia, North American University, National University of Singapore (NUS), dan The Chinese University of Hong Kong. Di tingkat nasional, alumni juga tersebar di ITB, IPB, UI, UGM, UNPAD, ITS, UNDIP, Unbraw, dan lain-lain.

Sebagai salah satu dari 12 titik Sekolah Garuda Transformasi di Indonesia, SMA CRIBS juga diminta pemerintah melakukan program pengimbasan untuk pemerataan prestasi bagi SMA dan MA di kawasan Jawa Barat. Selain itu, siswa CRIBS terus mengukir prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga ajang internasional seperti medali perak di Genius Olympiad 2024 di Amerika Serikat.

Wamendiktisaintek, Stella Christy, dalam berbagai kesempatan mengutarakan bahwa Sekolah Garuda Transformasi adalah program penguatan bagi SMA/MA berpotensi untuk bersaing secara global. Program ini berfokus pada pembinaan peningkatan kompetensi siswa, guru, tenaga kependidikan, serta kapasitas manajemen sekolah tanpa mengubah sistem rekrutmen internal maupun kurikulum mandiri yang sudah berjalan di masing-masing sekolah. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya