Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantah kabar yang menyebut dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, tidak dicairkan.
Isu ini sempat viral setelah korban dikabarkan mengakhiri hidup karena tidak memiliki uang untuk membeli buku dan alat tulis.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan dana bantuan pendidikan bagi almarhum sebenarnya telah dialokasikan sesuai prosedur. Namun, persoalannya bukan pada proses pencairan, melainkan dana tersebut tidak ditarik oleh penerima.
"Bukan tidak cair, tapi tidak diambil," kata Suharti di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (10/2).
Suharti menerangkan bahwa secara administrasi, rekening PIP milik penerima sudah diaktivasi sejak September 2025. Pihak kementerian pun telah mentransfer dana bantuan ke rekening tersebut pada bulan November 2025.
Sayangnya, dana tersebut tidak kunjung ditarik hingga batas waktu tertentu sehingga secara otomatis harus dikembalikan ke kas negara.
"Jadi dari bulan September sudah diaktivasi, bulan November anggarannya juga sudah di-transfer, tetapi oleh penerima anggaran itu dananya belum ditarik," jelas Suharti.
Terkait adanya isu hambatan administrasi di lapangan yang membuat siswa kesulitan mengambil dana tersebut, Suharti memastikan pihaknya akan melakukan penelusuran lebih mendalam. Investigasi ini bertujuan untuk memastikan apakah ada kendala birokrasi yang menghalangi hak siswa tersebut.
"Tentu saja kami akan tindak lanjuti lebih lanjut," tegasnya.
Di luar urusan administrasi, Kemendikdasmen berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan guna menjamin dukungan pendidikan bagi anggota keluarga korban lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.
Selain menyampaikan duka cita mendalam, tim Kemendikdasmen juga telah menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman). (Ant/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved