Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Doa Qunut Subuh, Nazilah, dan Witir: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

 Gana Buana
05/2/2026 23:59
Doa Qunut Subuh, Nazilah, dan Witir: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Qunut Subuh, Nazilah, dan Witir.(Dok. Bincang Syariah)

DOA Qunut merupakan salah satu amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi ibadah umat Muslim, khususnya bagi pengikut Madzhab Syafi'i dan Maliki. Secara etimologi, Qunut berasal dari bahasa Arab yang berarti tunduk, taat, atau berdiri lama dalam shalat. Praktik ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen permohonan perlindungan dan hidayah yang dipanjatkan langsung kepada Sang Pencipta.

Jenis-Jenis Doa Qunut dalam Islam

Dalam praktiknya, terdapat tiga variasi Qunut yang umum dilaksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia:

  • Qunut Subuh: Dibaca pada rakaat kedua shalat Subuh setelah iktidal.
  • Qunut Nazilah: Dibaca saat umat Islam menghadapi musibah besar, bencana alam, atau peperangan.
  • Qunut Witir: Dibaca pada rakaat terakhir shalat Witir, biasanya pada separuh kedua bulan Ramadhan.

Bacaan Doa Qunut Subuh (Lafal Imam)

"Allahummah dinii fii man hadait, wa aafinii fii man aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baariklii fii maa aait, wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, walaa yaizzu man aadait. Tabaarakta rabbanaa wa taaalait. Falakal hamdu alaa maa qadhait, wa astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa alaa aalihi wa shahbihi wa sallam."

Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Sesungguhnya Engkau-lah yang menghukum dan tidak dihukum..."

Perbedaan Pandangan Madzhab

Penting bagi setiap Muslim untuk memahami bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum Qunut Subuh:

Madzhab Hukum Qunut Subuh
Syafi'i Sunnah Ab'ad (Dianjurkan sujud sahwi jika lupa)
Maliki Sunnah (Disarankan dibaca lirik sebelum ruku)
Hanafi & Hanbali Hanya disyariatkan saat Qunut Nazilah

Etika Makmum: Kapan Mengucap Aamiin?

Banyak makmum yang merasa bingung kapan harus mengucap Aamiin dengan keras. Secara teknis, pembagiannya adalah sebagai berikut:

  1. Bagian Doa: Dari awal hingga kalimat "wa qinii syarra maa qadhait", makmum mengucap Aamiin.
  2. Bagian Tsana (Pujian): Dimulai dari "Fainnaka taqdhii...", makmum sebaiknya diam mendengarkan atau ikut membaca secara lirik karena bagian tersebut adalah sanjungan kepada Allah.

People Also Ask (FAQ)

Apakah shalat Subuh sah tanpa Qunut?
Shalat tetap sah, namun menurut Madzhab Syafi'i disarankan melakukan sujud sahwi jika sengaja atau tidak sengaja meninggalkannya.

Bagaimana jika tidak hafal doa Qunut?
Anda bisa membaca doa permohonan apa saja, atau yang paling umum adalah doa sapu jagad: "Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar."

Checklist Praktis Pelaksanaan Qunut

  • Dilakukan setelah bangkit dari ruku (iktidal) pada rakaat terakhir.
  • Mengangkat tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke langit.
  • Imam mengeraskan suara agar bisa diamini oleh jamaah.
  • Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup doa sebelum sujud.

Dengan memahami kedalaman makna dan tata cara doa qunut, diharapkan ibadah shalat kita menjadi lebih khusyuk dan bermakna. Perbedaan tata cara antar madzhab sejatinya adalah bentuk keluasan ilmu dalam Islam yang harus kita hormati bersama. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik