Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

13 Dampak Negatif Terlalu Sering Nonton

Reynaldi Andrian Pamungkas
03/2/2026 22:30
13 Dampak Negatif Terlalu Sering Nonton
Berikut Dampak Negatif Terlalu Sering Nonton(freepik)

TERLALU sering nonton adalah kebiasaan menonton TV, film, video, atau konten online dalam waktu yang sangat lama atau berlebihan, sehingga dapat mengganggu kesehatan fisik, mental, dan aktivitas sehari-hari.

Terlalu sering nonton adalah kebiasaan pasif yang bisa menimbulkan efek negatif bagi tubuh, otak, dan kehidupan sosial.

Berikut 13 Dampak Negatif Terlalu Sering Nonton

1. Gangguan kesehatan mata

Terlalu lama menatap layar bisa menyebabkan mata kering, tegang, dan rabun sementara.

2. Postur tubuh buruk

Nonton berjam-jam membuat tulang belakang dan leher menegang, bisa memicu nyeri kronis.

3. Gangguan tidur

Paparan layar sebelum tidur mengurangi kualitas tidur dan bikin sulit bangun pagi.

4. Penurunan aktivitas fisik

Waktu duduk lama menggantikan olahraga, meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

5. Konsentrasi menurun

Terlalu sering menonton membuat otak terbiasa menerima informasi cepat, sehingga sulit fokus lama.

6. Gangguan sosial

Kebiasaan nonton berlebihan bisa membuat kurang interaksi dengan teman dan keluarga.

7. Kecanduan

Muncul rasa sulit berhenti menonton, apalagi dengan konten streaming nonstop.

8. Performa sekolah atau kerja menurun

Waktu belajar atau bekerja terganggu karena lebih banyak menonton.

9. Gangguan emosi

Konten tertentu bisa memicu stres, marah, atau cemas berlebihan.

10. Pengaruh negatif perilaku

Terutama bagi anak-anak, menonton konten kekerasan atau negatif bisa meniru perilaku buruk.

11. Masalah mental

Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko depresi dan isolasi sosial jika berlebihan.

12. Mengurangi kreativitas

Terlalu pasif menonton membuat otak kurang terlatih berpikir kreatif.

13. Boros kuota dan listrik

Menonton streaming lama-lama menghabiskan data internet dan listrik.

Baiknya, batasi durasi, misal 1 sampai 2 jam per hari, istirahat tiap 30 sampai 60 menit, pilih konten bermanfaat atau edukatif, serta kombinasikan dengan aktivitas fisik. (Z-4)

Sumber: alodokter, halodoc



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya