Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBACA Al-Qur'an dengan tartil tidak hanya menuntut ketepatan makhraj huruf, tetapi juga pemahaman yang mendalam mengenai tanda berhenti atau waqaf. Dalam ilmu tajwid, 14 tanda waqaf memiliki peran krusial sebagai rambu-rambu yang mengatur kapan seorang pembaca harus berhenti, boleh berhenti, atau wajib meneruskan bacaan.
Kesalahan dalam mempraktikkan tanda waqaf dapat mengubah makna ayat secara signifikan, sehingga mempelajarinya adalah kewajiban bagi setiap muslim yang ingin menyempurnakan bacaannya.
Secara bahasa, waqaf berarti menahan atau berhenti. Dalam istilah ilmu tajwid, waqaf adalah memutus suara di akhir kata untuk mengambil napas dengan niat melanjutkan bacaan kembali. Tanda-tanda waqaf ini diletakkan di antara ayat-ayat Al-Qur'an untuk membantu pembaca memahami konteks kalimat, terutama bagi mereka yang tidak memahami bahasa Arab.
Untuk mempermudah pembelajaran, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 14 tanda waqaf, simbolnya, serta cara membacanya yang benar.
Tanda ini disimbolkan dengan huruf mim kecil (مـ). Waqaf lazim berarti "harus berhenti". Jika Anda menemui tanda ini, Anda wajib menghentikan bacaan. Mengabaikan tanda ini dapat merusak makna ayat karena kalimat sebelum dan sesudahnya memiliki konteks yang berbeda atau terpisah secara i'rab.
Simbol Lam Alif (لا) ini memiliki arti "jangan berhenti". Jika tanda ini berada di tengah ayat, pembaca dilarang berhenti dan wajib melanjutkan ke kata berikutnya. Namun, jika tanda ini berada di akhir ayat, pembaca diperbolehkan untuk berhenti.
Dilambangkan dengan huruf Jim (ج), tanda ini memberikan kebebasan penuh kepada pembaca. Anda boleh berhenti (waqaf) maupun melanjutkan bacaan (washal), dan kedua pilihan tersebut hukumnya sama kuat atau setara.
Tanda ini adalah singkatan dari Qala alaihi al-waqfu. Meskipun pembaca diperbolehkan untuk terus, berhenti pada tanda ini lebih utama atau lebih baik daripada melanjutkan bacaan.
Kebalikan dari tanda sebelumnya, simbol ini merupakan singkatan dari Washlu aula. Artinya, pembaca diperbolehkan berhenti, namun melanjutkan bacaan (washal) lebih utama dan dianjurkan demi menyempurnakan makna kalimat.
Tanda ini berupa titik tiga yang muncul dua kali pada satu ayat (∴ ... ∴). Cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda titik tiga tersebut. Anda tidak boleh berhenti di keduanya atau tidak berhenti sama sekali. Contoh tanda ini dapat ditemukan di awal Surat Al-Baqarah ayat 2.
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Ditandai dengan huruf Sin kecil (س) di atas ayat. Saktah berarti berhenti sejenak tanpa mengambil napas. Pembaca harus menahan suara sekitar 2 harakat (ketukan) tanpa bernapas, kemudian melanjutkan bacaan. Salah satu contoh saktah terdapat dalam Surat Al-Kahfi.
Simbol huruf Zai (ز) menandakan bahwa pembaca diperbolehkan berhenti, namun melanjutkan bacaan (washal) adalah pilihan yang lebih dianjurkan. Tanda ini sering muncul pada kalimat yang panjang namun masih memiliki keterkaitan makna.
Tanda huruf Shad (ص) menunjukkan keringanan. Biasanya tanda ini muncul pada ayat yang sangat panjang di mana pembaca mungkin kehabisan napas. Pada tanda ini, pembaca diizinkan berhenti untuk mengambil napas, namun jika napas masih kuat, meneruskan bacaan lebih baik.
Dilambangkan dengan huruf Qaf (ق). Tanda ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat ulama qiraat. Sebagian ulama membolehkan berhenti, namun pendapat yang lebih kuat menyarankan untuk terus atau washal.
Tanda ini hampir mirip dengan Saktah, namun durasi berhentinya sedikit lebih lama. Saat menemui tulisan Waqfah, pembaca harus berhenti sejenak tanpa mengambil napas sebelum melanjutkan.
Simbol huruf Kaf (ك) memiliki arti "demikianlah" atau "sama dengan sebelumnya". Maknanya, hukum waqaf pada tanda ini mengikuti hukum waqaf yang terdapat pada tanda sebelumnya.
Tanda bertuliskan Qif (قف) adalah perintah yang berarti "berhentilah". Tanda ini menganjurkan pembaca untuk berhenti pada kata tersebut. Ini adalah kebalikan dari tanda washal.
Tanda huruf 'Ain (ع) biasanya terletak di pinggir ayat atau akhir ayat. Ini bukan sekadar tanda berhenti napas, melainkan penanda berakhirnya satu pokok bahasan atau cerita dalam surat. Bagi imam salat, tanda ini sering dijadikan patokan untuk ruku' dalam salat berjamaah.
Mematuhi 14 tanda waqaf di atas adalah bagian dari adab membaca Al-Qur'an. Dengan berhenti di tempat yang tepat, kita menjaga kemurnian makna ayat-ayat Allah SWT. Sebaliknya, berhenti di tempat yang salah (waqaf qabih) dapat merusak arti, bahkan bisa mengubah makna menjadi sesuatu yang bertentangan dengan akidah.
Bagi Anda yang sedang memperdalam bacaan, disarankan untuk terus berlatih dengan guru atau menyimak bacaan dari qari terpercaya sembari memperhatikan mushaf. Anda juga dapat mempelajari penerapan tanda-tanda ini secara langsung dengan membaca Surat Yasin atau surat-surat lainnya secara rutin. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved