Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diduga Diderita Istri Pesulap Merah

Cahya Mulyana
27/1/2026 23:20
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diduga Diderita Istri Pesulap Merah
ilustrasi(Halodoc)

KEPERGIAN Tika Mega Lestari, istri Marcel Radhival (Pesulap Merah), memicu perhatian publik terhadap penyakit langka Anemia Aplastik. Berikut penjelasan ringkas dan akurat mengenai kondisi medis tersebut.        

Apa Itu Anemia Aplastik? Musuh dalam Selimut Tubuh Manusia   

Dunia hiburan berduka atas meninggalnya Tika Mega Lestari. Di balik kabar duka ini, publik disadarkan akan bahaya Anemia Aplastik. Berbeda dengan anemia biasa (kurang darah akibat zat besi), Anemia Aplastik adalah kondisi autoimun yang jauh lebih serius dan langka.

Secara sederhana, Anemia Aplastik terjadi ketika "pabrik" darah di tubuh manusia (sumsum tulang belakang) berhenti beroperasi. Sumsum tulang mengalami kerusakan sehingga gagal memproduksi tiga jenis sel darah baru yang vital bagi kehidupan.

Tiga Kegagalan Fatal dalam Tubuh

Penderita Anemia Aplastik, seperti yang dialami mendiang istri Pesulap Merah, mengalami kondisi pansitopenia, yaitu kekurangan tiga komponen darah sekaligus:

  • Sel Darah Merah (Eritrosit): Tubuh kekurangan pengangkut oksigen. Akibatnya, pasien merasa lelah ekstrem, sesak napas, dan wajah pucat pasi.      
  • Sel Darah Putih (Leukosit): Tubuh kehilangan tentara pertahanan. Pasien menjadi sangat rentan terhadap infeksi; demam ringan saja bisa berakibat fatal.
  • Keping Darah (Trombosit): Tubuh kehilangan kemampuan membekukan darah. Akibatnya, muncul lebam tanpa sebab, gusi berdarah, atau pendarahan yang sulit berhenti.

Penyebab dan Tingkat Bahaya   

Mengapa ini bisa terjadi? Dalam banyak kasus, sistem kekebalan tubuh (imun) justru menyerang sel induk di sumsum tulang. Faktor pemicu lainnya bisa meliputi:

  • Paparan bahan kimia beracun (seperti pestisida atau benzena).      
  • Riwayat penggunaan obat-obatan tertentu atau kemoterapi.
  • Infeksi virus (seperti Hepatitis atau Epstein-Barr).
  • Faktor genetik (jarang terjadi).

Kondisi ini dikategorikan sebagai penyakit kritis. Tanpa penanganan cepat seperti transfusi darah rutin, terapi imunosupresif, atau transplantasi sumsum tulang, risiko kematian akibat infeksi berat atau pendarahan otak sangat tinggi.

        Penting Diketahui: Anemia Aplastik bukanlah kanker darah (Leukemia), namun metode pengobatannya seringkali serupa. Jika Anda mengalami lebam tiba-tiba disertai kelelahan yang tidak wajar, segera konsultasikan ke dokter hematologi. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya