Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN adalah salah satu nikmat dan rahmat luar biasa yang diturunkan Allah SWT ke bumi. Dalam Islam, momen turunnya air dari langit bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi salah satu saat paling mustajab untuk memanjatkan doa.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menyambut hujan dengan rasa syukur, bukan dengan keluhan.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam berbagai bacaan doa saat hujan, mulai dari hujan ringan, hujan lebat yang disertai angin, hingga doa setelah hujan reda, lengkap dengan adab-adab yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari, ketika melihat hujan turun, Rasulullah SAW terbiasa mengucap syukur agar hujan tersebut membawa manfaat bagi makhluk hidup di bumi. Berikut adalah doanya:
اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Latin: Allahumma shayyiban nafi'an.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat." (HR. Bukhari).
Terkadang hujan turun dengan intensitas yang sangat tinggi disertai angin kencang yang mengkhawatirkan. Dalam kondisi ini, Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hujan tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih membutuhkan dan tidak membawa bencana (banjir atau kerusakan).
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin: Allahumma hawalaina wala 'alaina. Allahumma 'alal akami wadh dhirobi, wa buthunil audiyati, wa manabitisy syajari.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan." (HR. Bukhari).
Ketika mendengar suara petir yang menggelegar, kita dianjurkan untuk bertasbih memuji kesucian Allah SWT. Abdullah bin Az Zubair radhiyallahu 'anhu biasanya menghentikan pembicaraan saat mendengar petir dan membaca doa berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Latin: Subhanalladzi yusabbihur ra'du bihamdihi wal malaikatu min khifatih.
Artinya: "Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat karena takut kepada-Nya."
Setelah hujan berhenti, kita diajarkan untuk mengakui bahwa hujan tersebut murni karena karunia Allah, bukan semata-mata karena ramalan cuaca atau posisi bintang tertentu.
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Latin: Muthirna bifadhlillahi wa rahmatih.
Artinya: "Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah." (HR. Bukhari & Muslim).
Selain membaca doa, ada beberapa amalan sunnah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat hujan:
Mengamalkan doa turun hujan adalah wujud syukur seorang hamba kepada Sang Pencipta. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah, kita mengubah fenomena alam menjadi ladang pahala dan keberkahan. Pastikan untuk selalu mengingat Allah, baik saat gerimis tipis maupun saat cuaca ekstrem melanda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved