Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, mengingatkan para petugas haji untuk memitigasi berbagai potensi masalah yang kerap dialami jemaah lansia dan perempuan. Pesan tersebut disampaikan Alissa saat menyampaikan materi bertajuk “Haji Ramah Lansia dan Perempuan” dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/1).
Dalam pemaparannya, Alissa menyoroti sejumlah tantangan utama dalam pelayanan jemaah haji lansia. Tantangan pertama berkaitan dengan kondisi kehidupan normal mereka sebagai lansia. Kedua, tantangan berada di negara lain dengan lingkungan dan budaya yang berbeda. Ketiga, tantangan adaptasi terhadap teknologi.
Selain itu, terdapat persoalan lain yang kerap dihadapi jemaah lansia, misalnya sebagian dari mereka baru pertama kali berada di tempat keramaian atau belum terbiasa dengan area yang benar-benar baru. Alissa mencontohkan, tidak sedikit jemaah lansia yang baru pertama kali melihat bandara.
“Mereka akan bingung saat turun dari pesawat,” kata Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023 dan 2024 tersebut.
Karena itu, menurut Alissa, jemaah lansia sangat bergantung pada peran dan kehadiran petugas haji dalam setiap tahapan perjalanan ibadah. Tantangan berikutnya adalah kesenjangan teknologi dan informasi. Alissa menuturkan, pemerintah saat ini telah memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu jemaah haji. Meski sangat membantu, hal tersebut justru dapat menjadi tantangan baru bagi jemaah lansia.
“Kalaupun bawa HP, belum tentu tahu cara gunakan. Itu tantangannya,” ucap Alissa.
Ia menegaskan, upaya mitigasi harus dipikirkan secara matang sejak awal. “Mekanisme mitigasi seperti ini perlu dipikirkan secara matang. Jangan sampai solusi hanya muncul saat kondisi darurat terjadi. Indikator kemampuan jemaah perlu dikaji mendalam, solusinya adalah pendampingan yang lebih kuat,” tuturnya.(M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved