Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam tata bahasa Indonesia, penggunaan kata hubung atau konjungsi memegang peranan vital untuk menyusun kalimat yang padu dan mudah dipahami. Memahami berbagai contoh kalimat konjungsi tidak hanya membantu dalam penulisan akademik, tetapi juga memperlancar komunikasi sehari-hari agar lebih terstruktur. Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, hingga kalimat dengan kalimat.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai jenis-jenis kata hubung beserta contoh penggunaannya yang benar sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berikut adalah panduan lengkap dan contoh kalimat konjungsi berdasarkan klasifikasinya.
Secara sederhana, konjungsi adalah kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata hubung tidak memiliki makna leksikal sendiri, namun maknanya menjadi jelas ketika digunakan dalam konteks kalimat. Tanpa konjungsi, susunan kalimat akan terasa kaku dan hubungan antar-gagasan menjadi tidak jelas.
Konjungsi koordinatif adalah kata hubung yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang memiliki kedudukan setara atau sederajat. Unsur-unsur ini bisa berupa kata, frasa, atau klausa. Berikut adalah rincian dan contoh kalimatnya:
Kata hubung yang sering digunakan adalah dan serta serta.
Kata hubung yang digunakan adalah atau.
Kata hubung yang digunakan meliputi tetapi, melainkan, dan sedangkan.
Berbeda dengan koordinatif, konjungsi subordinatif menghubungkan dua klausa atau lebih yang tidak memiliki kedudukan setara. Salah satu klausa berkedudukan sebagai induk kalimat, sedangkan yang lain sebagai anak kalimat. Jenis ini memiliki variasi yang sangat banyak.
Contoh kata: sejak, ketika, saat, selama, setelah, sebelum, hingga.
Contoh kata: jika, kalau, jikalau, asalkan, bila.
Contoh kata: agar, supaya, biar.
Contoh kata: karena, sebab, oleh karena.
Contoh kata: sehingga, sampai, makanya.
Contoh kata: meskipun, walaupun, biarpun, kendatipun.
Konjungsi korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama. Ciri utamanya adalah konjungsi ini terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan.
Jenis konjungsi ini berfungsi untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain yang berada sebelumnya. Konjungsi ini biasanya terletak di awal kalimat baru dan diikuti oleh tanda koma.
Contoh kata: biarpun begitu, sekalipun demikian, akan tetapi, namun.
Contoh kata: kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya.
Contoh kata: oleh karena itu, dengan demikian, akibatnya.
Memahami contoh kalimat konjungsi di atas sangat penting bagi Anda yang ingin menulis artikel, esai, atau laporan dengan struktur bahasa yang baik. Ketepatan dalam memilih kata hubung akan menentukan seberapa efektif pesan yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.
Apa yang dimaksud dengan konjungsi? Pelajari pengertian konjungsi, jenis-jenisnya (koordinatif, subordinatif, antarkalimat), beserta contoh kalimat yang mudah dipahami.
Bahkan termasuk konjungsi apa? Pelajari penjelasan, jenis konjungsi, dan contohnya dalam bahasa yang mudah dipahami!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved