Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kumpulan Contoh Kalimat Konjungsi Lengkap dan Jenisnya

Irvan Sihombing
19/1/2026 16:28
Kumpulan Contoh Kalimat Konjungsi Lengkap dan Jenisnya
Ilustrasi(Antara)

Dalam tata bahasa Indonesia, penggunaan kata hubung atau konjungsi memegang peranan vital untuk menyusun kalimat yang padu dan mudah dipahami. Memahami berbagai contoh kalimat konjungsi tidak hanya membantu dalam penulisan akademik, tetapi juga memperlancar komunikasi sehari-hari agar lebih terstruktur. Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, hingga kalimat dengan kalimat.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai jenis-jenis kata hubung beserta contoh penggunaannya yang benar sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berikut adalah panduan lengkap dan contoh kalimat konjungsi berdasarkan klasifikasinya.

Pengertian Konjungsi

Secara sederhana, konjungsi adalah kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata hubung tidak memiliki makna leksikal sendiri, namun maknanya menjadi jelas ketika digunakan dalam konteks kalimat. Tanpa konjungsi, susunan kalimat akan terasa kaku dan hubungan antar-gagasan menjadi tidak jelas.

1. Konjungsi Koordinatif (Setara)

Konjungsi koordinatif adalah kata hubung yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang memiliki kedudukan setara atau sederajat. Unsur-unsur ini bisa berupa kata, frasa, atau klausa. Berikut adalah rincian dan contoh kalimatnya:

a. Hubungan Penambahan

Kata hubung yang sering digunakan adalah dan serta serta.

  • Ayah membaca koran dan ibu memasak di dapur.
  • Mereka tidak hanya makan, serta juga membawa pulang oleh-oleh.
  • Adik sedang belajar matematika dan bahasa Inggris.

b. Hubungan Pemilihan

Kata hubung yang digunakan adalah atau.

  • Kamu mau minum teh atau kopi?
  • Kita bisa pergi ke bioskop atau sekadar makan malam di restoran.
  • Silakan pilih baju berwarna merah atau biru.

c. Hubungan Pertentangan

Kata hubung yang digunakan meliputi tetapi, melainkan, dan sedangkan.

  • Dia sangat kaya, tetapi tidak sombong.
  • Itu bukan tulisan saya, melainkan tulisan kakak saya.
  • Budi rajin belajar, sedangkan adiknya lebih suka bermain gim.

2. Konjungsi Subordinatif (Bertingkat)

Berbeda dengan koordinatif, konjungsi subordinatif menghubungkan dua klausa atau lebih yang tidak memiliki kedudukan setara. Salah satu klausa berkedudukan sebagai induk kalimat, sedangkan yang lain sebagai anak kalimat. Jenis ini memiliki variasi yang sangat banyak.

a. Konjungsi Subordinatif Waktu

Contoh kata: sejak, ketika, saat, selama, setelah, sebelum, hingga.

  • Dia sudah tinggal di sini sejak tahun 1990.
  • Ibu pulang ketika hujan mulai turun dengan deras.
  • Cucilah tanganmu sebelum makan.
  • Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, Andi langsung tidur.

b. Konjungsi Subordinatif Syarat

Contoh kata: jika, kalau, jikalau, asalkan, bila.

  • Saya akan datang jika cuaca cerah.
  • Kamu boleh meminjam buku ini asalkan dikembalikan tepat waktu.
  • Kalau saja dia tidak terlambat, pasti dia sudah bertemu direktur.

c. Konjungsi Subordinatif Tujuan

Contoh kata: agar, supaya, biar.

  • Minumlah obat ini agar cepat sembuh.
  • Pemerintah membangun jalan tol supaya distribusi logistik lancar.
  • Ibu menabung uangnya biar bisa naik haji tahun depan.

d. Konjungsi Subordinatif Sebab

Contoh kata: karena, sebab, oleh karena.

  • Dia tidak masuk sekolah karena sakit demam berdarah.
  • Banjir terjadi sebab saluran air tersumbat sampah.
  • Nilai ujiannya bagus karena dia belajar dengan giat.

e. Konjungsi Subordinatif Akibat

Contoh kata: sehingga, sampai, makanya.

  • Hujan turun sangat deras sehingga jalanan menjadi banjir.
  • Dia bekerja terlalu keras sampai lupa makan.
  • Harga beras naik, makanya ibu harus berhemat.

f. Konjungsi Subordinatif Konsesif (Perlawanan)

Contoh kata: meskipun, walaupun, biarpun, kendatipun.

  • Meskipun sedang sakit, dia tetap memaksakan diri untuk bekerja.
  • Dia tetap tersenyum walaupun hatinya sedang sedih.
  • Biarpun harganya mahal, tas itu tetap laris terjual.

3. Konjungsi Korelatif (Berpasangan)

Konjungsi korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama. Ciri utamanya adalah konjungsi ini terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan.

  • Baik saya maupun dia tidak mengetahui kejadian tersebut.
  • Tidak hanya pintar, tetapi juga rajin beribadah.
  • Bukan hanya masalah uang, melainkan juga masalah harga diri.
  • Entah benar entah salah, saya tidak berani berkomentar.
  • Jangankan membeli mobil, membeli motor pun saya tidak mampu.

4. Konjungsi Antarkalimat

Jenis konjungsi ini berfungsi untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain yang berada sebelumnya. Konjungsi ini biasanya terletak di awal kalimat baru dan diikuti oleh tanda koma.

a. Pertentangan dengan Kalimat Sebelumnya

Contoh kata: biarpun begitu, sekalipun demikian, akan tetapi, namun.

  • Dia memang sering terlambat. Biarpun begitu, kinerjanya sangat memuaskan.
  • Rencana liburan sudah disusun rapi. Akan tetapi, mendadak ada tugas kantor yang tidak bisa ditinggalkan.
  • Kondisi ekonomi sedang sulit. Namun, kita harus tetap optimis.

b. Kelanjutan dari Kalimat Sebelumnya

Contoh kata: kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya.

  • Campurkan semua bahan ke dalam mangkuk. Kemudian, aduk hingga merata.
  • Kami berkunjung ke museum. Setelah itu, kami makan siang di restoran terdekat.

c. Konsekuensi atau Akibat

Contoh kata: oleh karena itu, dengan demikian, akibatnya.

  • Jalanan macet total pagi ini. Akibatnya, banyak karyawan yang terlambat masuk kantor.
  • Dia lalai dalam mengelola keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dia diberhentikan dari jabatannya.
  • Pemerintah telah menetapkan aturan baru. Dengan demikian, seluruh warga wajib mematuhinya.

Memahami contoh kalimat konjungsi di atas sangat penting bagi Anda yang ingin menulis artikel, esai, atau laporan dengan struktur bahasa yang baik. Ketepatan dalam memilih kata hubung akan menentukan seberapa efektif pesan yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik