Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TERLALU sering duduk adalah kebiasaan atau kondisi di mana seseorang menghabiskan waktu lama dalam posisi duduk dengan sedikit atau tanpa aktivitas fisik sama sekali.
Kebiasaan ini biasanya terjadi saat bekerja di depan komputer, belajar, menonton TV, atau bermain gadget dalam waktu lama tanpa istirahat atau bergerak.
Aktivitas fisik yang minim membuat kalori tidak terbakar dan meningkatkan risiko berat badan berlebih.
Duduk terlalu lama dapat memperlambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kurangnya gerak membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin, memicu gula darah tinggi.
Postur duduk yang buruk memberi tekanan pada tulang belakang dan otot leher.
Otot kaki, pinggul, dan perut melemah karena jarang digunakan.
Duduk terlalu lama bisa menyebabkan kaki bengkak, varises, atau bekuan darah.
Pergerakan usus melambat, sehingga risiko sembelit meningkat.
Membungkuk atau posisi duduk salah bisa menyebabkan tulang belakang melengkung dan postur buruk.
Kurangnya aktivitas fisik berhubungan dengan stres, kecemasan, dan depresi.
Kurang gerak membuat kepadatan tulang menurun, meningkatkan risiko patah tulang.
Duduk terlalu lama menurunkan aliran darah dan oksigen ke otak, membuat mudah lelah.
Aktivitas fisik minim dapat memengaruhi kualitas tidur dan siklus tidur.
Penelitian menunjukkan orang yang terlalu lama duduk cenderung memiliki harapan hidup lebih rendah.
Agar lebih nyaman, coba bangun dan gerakkan tubuh setiap 30 sampai 60 menit, lakukan peregangan sederhana atau jalan kaki singkat, dan gunakan meja berdiri jika memungkinkan. (Z-4)
Sumber: alodokter, hellosehat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved