Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK INGIN para pelajar/mahasiswa asal Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh yang terdampak bencana gagal melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta, Pemda DIY, hari Selasa kembali menegaskan kelangsungan pemberian bantuan jaminan hidup atau jadup (living cost).
Pemberian bantuan biaya hidup (living cost) bagi 1.296 mahasiswa resmi diperpanjang melalui skema estafet pendanaan antara sektor perbankan dan Pemda DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan menegaskan yang menjadi prioritas utama kebijakan ini adalah menjaga fokus mahasiswa agar tidak terhenti di tengah jalan. Apalagi saat ini, masa di kawasan bencana daerah asal mereka ini sedang berlangsung langkah pemulihan ekonomi.
"Kami ingin agar mereka bisa tetap fokus ya. Dia datang ke sini kan untuk sekolah dan jangan dia sampai putus sekolah. Prinsipnya itu, jangan sampai ada dari 1.296 mahasiswa tersebut yang DO karena orang tuanya tidak mampu mengirim lagi dan menyebabkan putus sekolah. Jangan sampai," tegas Sri Sultan usai menerima Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY pada Selasa (13/01) di Gedhong Wilis, Kompleks kepatihan, Yogyakarta.
Dalam tahap ini, sektor perbankan yang tergabung dalam PMPD dan FKIJK menyuntikkan tambahan dana sebesar Rp500 juta. Dana tersebut diproyeksikan akan menutup kebutuhan biaya hidup mahasiswa untuk 1,5 bulan ke depan, sebelum nantinya bantuan akan diteruskan secara penuh oleh anggaran Pemda DIY.
"Nanti akan disambung dari Pemda selama 6 bulan, dengan harapan dalam waktu 6 bulan tersebut orang tua sudah bisa membantu kembali. Yang terpenting, mahasiswa menerima living cost untuk mengurangi beban orang tua," jelas Sri Sultan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo memanbahkan sinergi ini merupakan bentuk konsistensi dalam menjaga tradisi kepedulian sosial yang selama ini ditekankan oleh Sri Sultan. "Kami menyampaikan dana living cost ini agar teman-teman mahasiswa bisa terus bersekolah dan menyelesaikan studinya dengan baik. Mekanismenya tetap konsisten seperti sebelumnya melalui Bank BPD DIY," kata Sri Darmadi Sudibyo.
Program bantuan ini sendiri merupakan kelanjutan dari fase pertama yang telah direncanakan berjalan selama 6 bulan. Dengan adanya penambahan durasi dari sektor perbankan ini diharapkan para orang tua mahasiswa di daerah terdampak bencana memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga.
Setiap mahasiswa terdata akan menerima bantuan sebesar kurang lebih Rp300.000 per bulan yang disalurkan melalui kelompok-kelompok mahasiswa di bawah pengelolaan Bank BPD DIY. Sinergi ini mempertegas posisi Yogyakarta yang tidak hanya sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga ekosistem yang melindungi hak pendidikan para pelajarnya di masa sulit. “Iya nanti disalurkan dari BPD lagi seperti sebelumnya,” tegas Dirut Bank BPD DIY, Santoso Rohmad yang juga turut hadir bersama Sri Darmadi. (H-2)
Dalam skema kolaborasi ini, Pemda DIY menanggung biaya hidup selama enam bulan, kemudian diperkuat oleh dukungan BAZNAS DIY serta dua yayasan mitra yaitu YPM & YPACC.
AREA Malioboro, Yogyakarta, ditargetkan menjadi kawasan pedestrian penuh pada tahun ini. Untuk itu, Pemda DIY pun tengah menata lalu lintas, parkir, serta moda transportasi.
Konektivitas YIA dengan penerbangan-penerbangan, baik dengan airlines yang sudah ada maupun yang akan berpeluang masuk ke YIA, akan ditingkatkan.
Dalam skema kolaborasi ini, Pemda DIY menanggung biaya hidup selama enam bulan, kemudian diperkuat oleh dukungan BAZNAS DIY serta dua yayasan mitra yaitu YPM & YPACC.
Bantuan diberikan pada perwakilan mahasiswa asal Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh di asrama mahasiswa masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved