Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Cara Membuat Resume Materi yang Efektif dan Mudah Dipahami

Thalatie K Yani
12/1/2026 11:30
Cara Membuat Resume Materi yang Efektif dan Mudah Dipahami
Ilustrasi(freepik)

Dalam dunia akademis maupun profesional, kemampuan menyerap informasi dalam jumlah besar adalah sebuah keharusan. Salah satu metode terbaik untuk menguasai hal tersebut adalah dengan memahami cara membuat resume materi yang efektif. Resume atau ringkasan materi bukan sekadar menyalin ulang teks dari buku ke catatan, melainkan sebuah proses kognitif untuk memilah, memahami, dan menyajikan kembali intisari informasi dengan bahasa yang lebih padat dan jelas. Artikel ini akan membahas panduan lengkap langkah demi langkah untuk menyusun resume materi yang berkualitas tinggi.

Apa Itu Resume Materi dan Mengapa Penting?

Sebelum masuk ke teknis pengerjaan, penting untuk memahami definisi dasarnya. Resume materi adalah penyajian singkat dari suatu karangan atau naskah asli dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang asli. Tujuannya adalah memangkas detail-detail sekunder tanpa menghilangkan gagasan utamanya.

Membuat resume memiliki berbagai manfaat strategis, antara lain:

  • Efisiensi Waktu Belajar: Membaca kembali poin-poin penting jauh lebih cepat daripada membaca ulang seluruh buku.
  • Meningkatkan Daya Ingat: Proses menulis kembali dengan bahasa sendiri membantu otak merekam informasi lebih kuat (retensi memori).
  • Mempermudah Pemahaman: Kompleksitas materi dapat disederhanakan menjadi poin-poin yang lebih logis.

Langkah-Langkah Cara Membuat Resume Materi

Untuk menghasilkan ringkasan yang berkualitas, Anda tidak bisa sembarangan memotong kalimat. Berikut adalah tahapan sistematis yang harus dilakukan:

1. Membaca Naskah Asli Secara Keseluruhan

Langkah pertama dan yang paling krusial adalah membaca materi sumber secara tuntas. Jangan mencoba merangkum sambil membaca kalimat per kalimat di awal. Lakukan teknik skimming (membaca sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum, kemudian lanjutkan dengan membaca intensif untuk memahami alur logika penulis.

2. Menemukan dan Menandai Gagasan Utama

Setiap paragraf biasanya memiliki satu gagasan utama atau main idea. Tugas Anda adalah mengidentifikasi kalimat inti tersebut. Abaikan kalimat penjelas, contoh ilustrasi yang terlalu panjang, atau deskripsi yang berulang. Anda bisa menggunakan stabilo atau fitur highlight jika membaca materi digital untuk menandai poin-poin krusial ini.

3. Mencatat Poin-Poin Penting

Setelah menandai gagasan utama, salinlah poin-poin tersebut ke dalam draf kasar. Fokuslah pada kata kunci (keywords) yang menjadi tulang punggung materi. Pastikan urutan poin ini masih mengikuti struktur naskah asli agar logika berpikirnya tidak terputus.

4. Menulis Kembali dengan Bahasa Sendiri (Parafrase)

Inilah inti dari cara membuat resume materi yang benar. Hindari copy-paste mentah-mentah dari buku. Ubahlah susunan kalimat menggunakan gaya bahasa Anda sendiri tanpa mengubah makna aslinya. Teknik parafrase ini sangat ampuh untuk menguji apakah Anda benar-benar paham dengan materi tersebut atau hanya sekadar menghafal.

5. Membaca Ulang dan Menyunting

Setelah draf resume selesai, baca kembali hasilnya. Periksa apakah ada bagian yang ambigu, terlalu bertele-tele, atau justru ada poin penting yang terlewat. Pastikan transisi antar paragraf atau poin mengalir dengan halus. Hapus kata-kata sandang atau kata sifat yang tidak perlu untuk memadatkan tulisan.

Teknik Populer dalam Merangkum Materi

Selain langkah dasar di atas, terdapat beberapa metode spesifik yang sering digunakan oleh pelajar dan mahasiswa berprestasi untuk membuat resume materi:

Metode Cornell

Metode ini membagi kertas catatan menjadi tiga bagian: kolom kecil di kiri untuk kata kunci atau pertanyaan, kolom besar di kanan untuk catatan utama/ringkasan detail, dan kolom bawah untuk kesimpulan singkat. Metode ini sangat efektif untuk materi kuliah yang kompleks.

Metode Peta Pikiran (Mind Mapping)

Jika Anda adalah tipe pembelajar visual, Mind Mapping adalah pilihan tepat. Tulis topik utama di tengah, lalu buat cabang-cabang untuk sub-topik dan ranting untuk detail pendukung. Cara ini memudahkan Anda melihat hubungan antar konsep dalam satu pandangan.

Metode Outline (Kerangka)

Ini adalah metode yang paling tradisional namun tetap efektif. Gunakan struktur hierarki dengan penomoran (I, II, III) untuk topik utama, huruf (A, B, C) untuk sub-topik, dan angka (1, 2, 3) untuk detail. Struktur ini menciptakan resume yang sangat rapi dan terorganisir.

Kesalahan Umum Saat Membuat Resume

Agar resume materi Anda benar-benar berfungsi maksimal, hindari kesalahan-kesalahan berikut:

  • Terlalu Panjang: Resume idealnya hanya 20-25% dari panjang naskah asli. Jika hampir sama panjangnya, itu bukan resume.
  • Subjektif: Jangan memasukkan opini pribadi Anda ke dalam resume materi, kecuali diminta. Resume harus objektif berdasarkan sumber.
  • Kehilangan Konteks: Terlalu banyak memotong kalimat penghubung bisa menyebabkan informasi menjadi rancu dan kehilangan konteks aslinya.

Dengan menerapkan cara membuat resume materi di atas secara konsisten, proses belajar Anda akan menjadi jauh lebih produktif. Ingatlah bahwa resume yang baik adalah alat bantu yang memudahkan Anda menguasai ilmu, bukan sekadar tugas administratif semata.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya