Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
AL-Qur'an bukan sekadar bacaan mulia, melainkan pedoman hidup yang memiliki dimensi makna sangat luas. Keluasan makna dan fungsi kitab suci umat Islam ini tecermin dari banyaknya nama lain atau sebutan (Asmaul Quran) yang disematkan Allah SWT di dalamnya. Para ulama Ulumul Qur'an sepakat bahwa banyaknya nama menunjukkan kemuliaan dan kesempurnaan zat yang dinamai.
Memahami nama-nama lain Al-Qur'an bukan hanya menambah wawasan keislaman, tetapi juga memperdalam keimanan kita terhadap fungsi Al-Qur'an sebagai petunjuk, obat, hingga pembeda antara yang hak dan yang batil. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai nama-nama lain Al-Qur'an beserta dalil dan makna filosofisnya.
Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah total nama Al-Qur'an, mayoritas ulama seperti Imam Az-Zarkashi dan Imam As-Suyuthi menyoroti lima nama utama yang paling sering disebut dan menjadi rujukan pokok.
Nama ini adalah yang paling populer dan menjadi nama alam (proper name) bagi kitab suci terakhir. Secara bahasa, Al-Qur'an berasal dari kata qara'a yang berarti membaca atau mengumpulkan. Maknanya adalah bacaan yang sempurna, yang tiada satu pun bacaan di muka bumi ini yang dibaca sebanyak dan seintensif Al-Qur'an.
Dalil:
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus..." (QS. Al-Isra: 9)
Nama Al-Kitab mengisyaratkan bahwa wahyu ini tidak hanya dijaga dalam hafalan (dada), tetapi juga tertulis dalam lembaran (mushaf). Ini menunjukkan dua bentuk penjagaan Al-Qur'an yang saling melengkapi: hafalan para huffaz dan tulisan dalam mushaf.
Dalil:
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2)
Al-Furqan memiliki makna pembeda. Al-Qur'an berfungsi sebagai standar mutlak yang memisahkan antara kebenaran (al-haq) dan kebatilan (al-bathil), serta antara jalan yang lurus dan jalan yang sesat.
Dalil:
"Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam." (QS. Al-Furqan: 1)
Nama ini menegaskan fungsi Al-Qur'an sebagai pengingat. Manusia memiliki sifat pelupa, dan Al-Qur'an hadir untuk mengingatkan manusia akan tujuan penciptaan, janji Allah, serta kisah-kisah umat terdahulu sebagai pelajaran.
Dalil:
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9)
Nama ini menekankan asal-usul Al-Qur'an yang bersifat Ilahiah. Al-Qur'an bukanlah karangan Nabi Muhammad SAW, syair, atau sihir, melainkan wahyu yang diturunkan secara bertahap oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril.
Dalil:
"Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam." (QS. Asy-Syu'ara: 192)
Selain kelima nama utama di atas, para ulama seperti Syekh Abu al-Ma’ali Uzaizi bin Abdul Malik (dikutip dalam Al-Burhan) menyebutkan bahwa Al-Qur'an memiliki hingga 55 nama. Berikut adalah beberapa di antaranya yang sarat makna:
| Nama Lain | Arti | Makna & Fungsi |
|---|---|---|
| Al-Huda | Petunjuk | Menjadi kompas kehidupan yang membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya iman. |
| Asy-Syifa | Penyembuh/Obat | Obat bagi penyakit hati (syirik, keraguan, iri) dan juga rahmat bagi fisik orang beriman. |
| Al-Mubin | Yang Menjelaskan | Menjelaskan hukum-hukum Allah dengan terang dan gamblang, tidak samar. |
| Al-Mau'izhah | Nasihat/Pelajaran | Berisi nasihat yang menyentuh hati untuk memperbaiki akhlak dan perilaku. |
| An-Nur | Cahaya | Menerangi akal dan hati manusia dalam melihat kebenaran di tengah fitnah dunia. |
| Al-Karim | Yang Mulia | Bacaan yang memberikan kemuliaan bagi siapa saja yang membaca, menghafal, dan mengamalkannya. |
| Al-Haqq | Kebenaran | Isinya adalah kebenaran mutlak yang tidak dapat dibantah dan tidak ada keraguan di dalamnya. |
Perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah nama Al-Qur'an sejatinya adalah perbedaan dalam mengategorikan antara "nama" (ism) dan "sifat" (washf).
Namun, pendapat yang paling moderat adalah membedakan antara nama diri (seperti Al-Qur'an, Al-Furqan) dengan sifat (seperti Al-Karim, Al-Majid). Terlepas dari jumlahnya, setiap sebutan tersebut adalah pintu untuk memahami keagungan mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Mengetahui nama-nama lain Al-Qur'an mengajak kita untuk berinteraksi dengan kitab suci ini secara lebih utuh. Saat kita menyebutnya Asy-Syifa, kita menjadikannya obat saat hati gelisah. Saat kita mengingatnya sebagai Al-Furqan, kita menggunakannya sebagai filter dalam memilah informasi. Semoga pemahaman ini menjadikan kita generasi yang tidak hanya membaca teksnya, tetapi juga menyerap esensi dan cahayanya. (Z-10)
Simak penjelasan lengkap mengenai nama-nama lain dari Alquran beserta dalil ayat dan maknanya. Ketahui mengapa Al-Qur'an disebut Al-Furqan hingga Asy-Syifa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved