Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM memahami 99 nama indah Allah atau Asmaul Husna, sifat maha melihat artinya adalah kemampuan Allah SWT yang tidak terbatas untuk menyaksikan segala sesuatu, baik yang tampak nyata maupun yang tersembunyi di dalam hati. Sifat ini dikenal dengan nama Al-Bashir. Pemahaman mengenai sifat ini sangat krusial bagi seorang muslim karena menjadi landasan keimanan bahwa tidak ada satu pun perbuatan hamba yang luput dari pengawasan-Nya.
Secara bahasa, Al-Bashir berasal dari akar kata ba-sha-ra yang berarti melihat atau menyaksikan. Namun, ketika disematkan kepada Allah SWT, makna ini melampaui batasan fisik penglihatan makhluk. Allah Maha Melihat segala sesuatu, mulai dari galaksi yang sangat besar di alam semesta hingga semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.
Sifat Al-Bashir menegaskan bahwa penglihatan Allah menembus segala dimensi. Tidak ada dinding, jarak, atau waktu yang dapat menghalangi pandangan-Nya. Hal ini berbeda dengan penglihatan manusia yang terbatas oleh cahaya, jarak, dan organ mata. Allah melihat tanpa membutuhkan alat bantu dan penglihatan-Nya meliputi segala hal yang bersifat lahiriah (fisik) maupun batiniah (niat dan isi hati).
Banyak ayat di dalam Al-Qur'an yang menegaskan sifat Al-Bashir ini. Mempelajari dalil-dalil ini akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah senantiasa mengawasi hamba-Nya. Berikut adalah beberapa dalil yang menjelaskan bahwa Allah Maha Melihat.
Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui segala hal yang ghaib di langit dan di bumi. Berikut adalah bunyi ayatnya:
إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Untuk membaca tafsir lengkapnya, Anda dapat mengunjungi Surat Al-Hujurat di layanan Al-Qur'an Online Media Indonesia.
Ayat ini menjelaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya melalui pengawasan-Nya yang melekat di mana pun manusia berada.
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Selengkapnya dapat dibaca di Surat Al-Hadid.
Allah juga mengajak manusia untuk memperhatikan ciptaan-Nya sebagai bukti kebesaran dan penglihatan-Nya yang meliputi segala makhluk, termasuk burung di udara.
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَٰٓفَّٰتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ
Artinya: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu."
Bacaan selengkapnya tersedia di Surat Al-Mulk.
Memahami bahwa maha melihat artinya kesempurnaan sifat Allah, kita harus membedakannya dengan sifat makhluk. Berikut adalah poin-poin perbedaannya:
Mengimani bahwa Allah Maha Melihat bukan hanya sekadar pengetahuan teoretis, melainkan harus berdampak pada perilaku sehari-hari. Sikap merasa selalu diawasi oleh Allah ini dalam Islam disebut dengan Muraqabah. Berikut adalah cara meneladani sifat Al-Bashir dalam kehidupan:
Ketika seseorang menyadari bahwa CCTV Allah selalu aktif 24 jam tanpa henti, ia akan berpikir dua kali sebelum melakukan maksiat. Baik saat sendirian di kamar maupun di tengah keramaian, ia sadar bahwa tidak ada tempat bersembunyi dari pandangan Allah.
Sebagai bentuk syukur atas penglihatan yang Allah berikan dan sebagai peneladanan sifat Al-Bashir, seorang muslim harus menggunakan matanya untuk hal-hal yang positif. Menjaga pandangan dari hal yang diharamkan, serta menggunakan mata untuk membaca Al-Qur'an dan mempelajari alam semesta.
Karena Allah melihat sampai ke lubuk hati, seorang hamba akan termotivasi untuk meluruskan niat. Ia tidak akan pusing dengan pujian atau cacian manusia, karena yang ia cari hanyalah pandangan rida dari Allah SWT. Ia tahu bahwa Allah melihat ketulusan niatnya meskipun manusia lain tidak mengetahuinya.
Bagi orang yang sedang tertimpa musibah atau diperlakukan tidak adil, sifat Al-Bashir memberikan ketenangan. Ia tahu Allah melihat kesulitannya, melihat air matanya, dan melihat kezaliman yang orang lain lakukan padanya. Hal ini menumbuhkan harapan bahwa Allah pasti akan memberikan pertolongan dan balasan yang adil.
Dengan memahami bahwa Allah Maha Melihat, kualitas ibadah dan akhlak seorang muslim akan meningkat menuju derajat Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved