Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM mempelajari ilmu tajwid, pemahaman mengenai hukum bacaan Alif Lam (Al) Ma'rifah adalah fondasi dasar yang krusial agar dapat membaca Al-Qur'an dengan tartil. Salah satu hukum yang paling sering ditemui adalah Al Qamariyah atau sering juga disebut dengan Idzhar Qamariyah. Memahami hukum bacaan ini sangat penting untuk memastikan pelafalan huruf hijaiyah terdengar jelas dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang baku.
Secara bahasa, kata Qamariyah berasal dari kata Qamar yang berarti bulan. Dalam analogi ilmu tajwid, huruf Lam (ل) pada Alif Lam diibaratkan sebagai bintang, sedangkan huruf-huruf Qamariyah diibaratkan sebagai bulan. Sebagaimana bintang tetap terlihat cahayanya meskipun ada bulan, maka huruf Lam sukun (mati) pada hukum ini harus dibaca dengan jelas (idzhar).
Secara istilah, Al Qamariyah terjadi apabila Alif Lam (ال) bertemu dengan salah satu dari 14 huruf Qamariyah. Tanda utama dari hukum bacaan ini dalam mushaf Al-Qur'an standar adalah adanya tanda sukun (mati) di atas huruf Lam (لْ), yang menandakan bahwa huruf tersebut harus dibunyikan secara jelas tanpa didengungkan dan tanpa dimasukkan ke huruf berikutnya.
Jumlah huruf hijaiyah yang termasuk dalam kategori Qamariyah ada 14. Untuk memudahkan dalam menghafalnya, para ulama tajwid merangkainya dalam kalimat:
أَبْغِ حَجَّكَ وَخَفْ عَقِيمَهُ
(Abghi Hajjaka Wa Khof 'Aqimah)
Artinya: "Tunaikanlah hajimu dan waspadalah terhadap kedurhakaan."
Berikut adalah rincian ke-14 huruf tersebut:
Cara membaca hukum Al Qamariyah adalah dengan melakukan Idzhar (jelas) pada huruf Lam. Artinya, suara "L" pada kata sandang "Al" harus terdengar tegas, jelas, dan tidak samar. Lidah harus menyentuh langit-langit mulut saat mengucapkan huruf Lam sukun tersebut sebelum pindah ke makhraj huruf berikutnya.
Berbeda dengan Al Syamsiyah (Idgham Syamsiyah) yang meleburkan bunyi Lam ke huruf berikutnya, pada Al Qamariyah bunyi Lam tetap berdiri sendiri. Inilah mengapa hukum ini dinamakan Idzhar Qamariyah.
Untuk menghindari kekeliruan, berikut adalah perbedaan mendasar antara kedua hukum bacaan Alif Lam:
Agar lebih memahami penerapannya, berikut adalah beberapa contoh hukum bacaan Al Qamariyah yang terdapat dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an, lengkap dengan teks Arab dan penjelasannya.
Pada ayat ini, Alif Lam bertemu dengan huruf Ha (ح).
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Perhatikan kata Al-Hamdu. Huruf Lam dibaca jelas. Anda dapat mempelajari surat ini selengkapnya di Surat Al-Fatihah.
Contoh pertemuan Alif Lam dengan huruf Kaf (ك).
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Pada kata Al-Kitabu, bunyi Lam sukun dibaca tegas sebelum masuk ke huruf Kaf. Simak bacaan lengkapnya di Surat Al-Baqarah.
Contoh pertemuan Alif Lam dengan huruf Qaf (ق).
الْقَارِعَةُ
Kata Al-Qari'ah menunjukkan kejelasan bunyi Lam. Untuk membaca surat ini secara utuh, silakan kunjungi Surat Al-Qari'ah.
Contoh pertemuan Alif Lam dengan huruf Mim (م).
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Pada kata Al-Ma'un, huruf Lam tidak dilebur ke huruf Mim, melainkan dibaca jelas. Baca selengkapnya di Surat Al-Ma'un.
Menguasai hukum bacaan Al Qamariyah adalah langkah awal yang penting dalam memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an. Dengan mengenali ke-14 hurufnya dan mempraktikkan cara bacaan Idzhar (jelas) pada huruf Lam, kita dapat menghindari kesalahan pelafalan yang dapat merubah arti atau menyalahi kaidah tajwid. Teruslah berlatih dengan membaca Al-Qur'an secara rutin dan memperhatikan setiap hukum bacaan yang ada. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved