Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Arti Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah, Dalil, dan Maknanya

Thalatie K Yani
07/1/2026 12:01
Arti Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah, Dalil, dan Maknanya
Ilustrasi(freepik)

Ucapan semoga sakinah mawaddah warahmah adalah doa yang paling sering terdengar dalam setiap resepsi pernikahan umat Islam di Indonesia. Kalimat ini bukan sekadar formalitas atau ucapan selamat biasa, melainkan sebuah doa yang mengandung harapan mendalam bagi kehidupan rumah tangga pasangan yang baru menikah. Dalam Islam, pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, melainkan sebuah ibadah panjang yang tujuannya adalah mencapai ketenangan dan kasih sayang di bawah naungan rida Allah SWT.

Dalil dan Asal Usul Istilah

Istilah sakinah, mawaddah, dan warahmah diambil langsung dari Al-Qur'an, tepatnya dalam Surat Ar-Rum ayat 21. Ayat ini menjadi landasan teologis mengenai tujuan pernikahan dalam Islam. Berikut adalah teks Arab, latin, dan terjemahan dari ayat tersebut:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21).

Dari ayat di atas, para ulama merumuskan tiga pilar utama kebahagiaan rumah tangga, yakni ketenteraman (sakinah), rasa cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).

Bedah Makna Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah

Untuk benar-benar menghayati doa semoga sakinah mawaddah warahmah, kita perlu memahami definisi linguistik dan tafsir dari ketiga kata tersebut secara terpisah namun berkesinambungan.

1. Sakinah (Ketenteraman)

Secara bahasa, sakinah berarti tenang, tenteram, atau diam setelah bergerak. Dalam konteks pernikahan, sakinah bermakna ketenangan jiwa yang dirasakan suami dan istri ketika berada di dalam rumah tangga. Rumah tangga yang sakinah adalah tempat di mana suami dan istri merasa aman, terlindungi, dan damai. Tidak ada kecemasan yang berlebihan atau ketakutan, karena satu sama lain saling menjaga kehormatan dan kepercayaan.

2. Mawaddah (Rasa Cinta)

Mawaddah sering diartikan sebagai cinta kasih yang disertai dengan harapan atau kelapangan dada. Ibnu Abbas menafsirkan mawaddah sebagai rasa cinta (hubb). Namun, mawaddah memiliki dimensi fisik dan material yang kuat. Ini adalah jenis cinta yang bergelora, penuh gairah, dan ketertarikan fisik yang biasanya sangat dominan di masa-masa awal pernikahan. Mawaddah adalah energi yang membuat suami istri saling mengagumi kelebihan pasangannya, baik dari segi rupa, harta, maupun status sosial.

3. Warahmah (Kasih Sayang)

Kata wa adalah kata sambung yang berarti 'dan', sedangkan rahmah berarti kasih sayang, ampunan, dan kelembutan hati. Berbeda dengan mawaddah yang bisa luntur karena faktor fisik (seperti penuaan atau sakit), rahmah adalah kasih sayang yang tulus dan bersifat spiritual. Rahmah muncul ketika rasa cinta fisik mungkin sudah berkurang, namun digantikan oleh rasa saling membutuhkan, saling menjaga, dan kesetiaan yang mendalam. Rahmah adalah pondasi yang menjaga pernikahan tetap utuh hingga usia senja, di mana suami istri saling merawat dengan penuh kesabaran.

Cara Mewujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Mengucapkan doa saja tidak cukup. Diperlukan ikhtiar nyata dari kedua belah pihak untuk mewujudkan kualitas keluarga tersebut. Berikut adalah langkah-langkah praktis menurut pandangan Islam dan psikologi keluarga:

  • Meluruskan Niat karena Allah SWT: Pernikahan harus diniatkan sebagai ibadah. Ketika niatnya adalah ibadah, maka segala tantangan dalam rumah tangga akan dihadapi dengan kesabaran karena mengharap pahala dari Allah.
  • Menjalankan Hak dan Kewajiban: Suami dan istri memiliki peran masing-masing yang telah diatur dalam syariat. Suami sebagai pemimpin (qawwam) yang bertanggung jawab menafkahi dan membimbing, sedangkan istri sebagai manajer rumah tangga yang taat dan menjaga kehormatan suami. Keseimbangan ini menciptakan keadilan dan ketenangan.
  • Komunikasi yang Efektif: Banyak konflik rumah tangga bermula dari komunikasi yang buruk. Pasangan harus belajar menjadi pendengar yang baik dan menyampaikan perasaan dengan cara yang ahsan (baik), tanpa menghakimi atau menyakiti perasaan pasangan.
  • Saling Memaafkan dan Menutupi Aib: Tidak ada manusia yang sempurna. Suami dan istri adalah pakaian bagi satu sama lain (QS. Al-Baqarah: 187), yang artinya harus saling menutupi kekurangan dan aib pasangan dari pandangan orang luar.
  • Menjaga Ibadah Bersama: Rumah yang di dalamnya sering dibacakan Al-Qur'an dan didirikan salat akan dipenuhi keberkahan. Mengajak pasangan dan anak-anak untuk salat berjamaah adalah kunci utama meraih sakinah.

Doa-Doa Lain untuk Pengantin Baru

Selain ucapan semoga sakinah mawaddah warahmah, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang lebih spesifik untuk keberkahan kedua mempelai. Doa ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

"Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair."

Artinya: "Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Membangun keluarga yang harmonis bukanlah proses instan. Ia memerlukan perjuangan seumur hidup, kesabaran yang luas, dan doa yang tak putus. Semoga penjelasan mengenai makna dan dalil di atas dapat menjadi bekal bagi siapa saja yang sedang atau akan membangun bahtera rumah tangga.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya