Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Cara Membuat Tempe Sendiri di Rumah yang Higienis dan Antigagal

Wisnu Arto Subari
06/1/2026 17:52
Cara Membuat Tempe Sendiri di Rumah yang Higienis dan Antigagal
Ilustrasi.(Freepik)

Tempe merupakan salah satu superfood asli Indonesia yang telah mendunia. Selain harganya yang terjangkau, kandungan protein nabati yang tinggi membuat makanan ini menjadi favorit berbagai kalangan.

Meskipun mudah ditemukan di pasar, mengetahui cara membuat tempe sendiri di rumah memberikan kepuasan tersendiri. Selain menjamin kebersihan dan kualitas bahan baku, membuat tempe secara mandiri memungkinkan Anda untuk mengatur tekstur dan rasa sesuai selera.

Proses pembuatan tempe sebenarnya tidak sekompleks yang dibayangkan, namun membutuhkan ketelitian, terutama dalam menjaga kebersihan dan suhu fermentasi.

Kunci utama keberhasilan dalam pembuatan tempe terletak pada proses peragian dan tingkat kekeringan kedelai sebelum fermentasi dimulai. Berikut adalah panduan lengkap langkah demi langkah untuk menghasilkan tempe yang padat, putih bersih, dan anti gagal.

Persiapan Bahan dan Alat

Sebelum memulai proses produksi, pastikan seluruh peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih dan bebas dari minyak atau garam yang dapat menghambat pertumbuhan jamur tempe (Rhizopus oligosporus).

Bahan-bahan:

  • Kacang Kedelai: 1 kg (Pilih biji kedelai yang besar, utuh, dan berwarna kekuningan).
  • Ragi Tempe: 2 gram (atau sekitar 1/2 sendok teh per 1 kg kedelai). Pastikan ragi masih aktif dan belum kedaluwarsa.
  • Air Bersih: Secukupnya untuk merendam dan merebus.
  • Cuka Makan (Opsional): 1 sendok makan untuk membantu menurunkan pH agar jamur tumbuh optimal.

Alat-alat:

  • Panci besar untuk merebus.
  • Wadah besar untuk merendam.
  • Tampah atau nampan lebar untuk meniriskan dan mendinginkan kedelai.
  • Kipas angin (untuk mempercepat pengeringan).
  • Plastik bening atau daun pisang sebagai pembungkus.
  • Tusuk gigi atau jarum bersih (jika menggunakan plastik).

Langkah-Langkah Cara Membuat Tempe

Berikut adalah tahapan teknis pembuatan tempe yang benar agar miselium jamur dapat tumbuh merata:

1. Pencucian dan Perebusan Awal

Cuci bersih kacang kedelai dengan air mengalir hingga kotoran dan debu hilang. Setelah bersih, lakukan perebusan pertama selama kurang lebih 30 menit hingga air mendidih dan kedelai setengah matang. Tujuannya adalah untuk melunakkan kulit ari kedelai agar mudah dikupas.

2. Perendaman (Asidifikasi Alami)

Setelah direbus, matikan api namun jangan buang air rebusannya. Biarkan kedelai terendam dalam air rebusan tersebut selama semalam (minimal 8-12 jam). Proses ini akan memicu fermentasi asam laktat alami yang membuat kondisi kedelai menjadi asam. Kondisi asam ini sangat disukai oleh jamur tempe tetapi menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

3. Pengupasan Kulit Ari

Keesokan harinya, remas-remas kedelai dalam air agar kulit arinya terkelupas. Langkah ini sangat krusial. Pastikan kulit ari benar-benar bersih dan terbuang. Jika kulit ari masih menempel, ragi tidak akan bisa menembus biji kedelai, yang dapat menyebabkan kegagalan fermentasi. Bilas berulang kali hingga kedelai bersih dari kulit dan lendir.

4. Perebusan Kedua (Sterilisasi)

Rebus kembali kedelai yang sudah dikupas dengan air baru selama kurang lebih 45-60 menit hingga benar-benar matang dan empuk. Perebusan ini bertujuan untuk mematikan bakteri yang mungkin tumbuh selama perendaman dan mematangkan biji kedelai.

5. Pengeringan dan Pendinginan

Tiriskan kedelai dan tebarkan di atas tampah atau nampan lebar yang dialasi kain bersih. Gunakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Pastikan kedelai benar-benar kering di permukaan (tidak basah saat disentuh) dan suhunya turun hingga mencapai suhu ruang (sekitar 30-35 derajat Celcius). Jangan menaburkan ragi saat kedelai masih panas karena akan mematikan spora jamur, dan jangan menabur saat kedelai basah karena akan memicu pembusukan.

6. Proses Inokulasi (Pemberian Ragi)

Setelah kedelai kering dan dingin, taburkan ragi tempe secara merata. Aduk perlahan hingga seluruh permukaan biji kedelai terlapisi ragi tipis-tipis. Pastikan tangan dan alat pengaduk dalam keadaan steril.

7. Pembungkusan

Masukkan kedelai ke dalam pembungkus pilihan Anda:

  • Plastik: Isi plastik dengan ketebalan sekitar 2-3 cm. Tusuk-tusuk permukaan plastik secara merata dengan jarum atau tusuk gigi. Ingat, jamur tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh (aerob), jadi lubang udara sangat penting.
  • Daun Pisang: Bungkus kedelai dengan daun pisang (bisa model tum atau memanjang). Daun pisang memberikan aroma khas yang lebih sedap pada tempe.

8. Inkubasi (Fermentasi)

Simpan bungkusan kedelai di tempat yang bersih, sirkulasi udara baik, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu ideal untuk fermentasi adalah suhu ruang tropis. Diamkan selama 24 hingga 48 jam.

  • Setelah 24 jam: Anda akan melihat embun di dalam plastik dan mulai muncul benang-benang putih halus. Biji kedelai akan terasa hangat.
  • Setelah 36-48 jam: Miselium putih akan menutupi seluruh permukaan kedelai, membentuk tekstur yang padat dan menyatu. Tempe siap dipanen.

Tips Anti Gagal Membuat Tempe

Banyak pemula mengalami kegagalan seperti tempe yang berlendir, berbau busuk, atau jamur tidak tumbuh. Berikut adalah tips profesional untuk menghindarinya:

  1. Keringkan Kedelai dengan Sempurna: Musuh utama ragi tempe adalah air berlebih. Pastikan kedelai benar-benar kesat sebelum diberi ragi.
  2. Sirkulasi Udara: Jangan menumpuk calon tempe terlalu rapat saat proses inkubasi. Berikan jarak agar panas hasil fermentasi bisa keluar dan oksigen bisa masuk.
  3. Kebersihan Mutlak: Jangan menyentuh kedelai matang dengan tangan kotor. Gunakan sarung tangan plastik atau sendok bersih saat mengaduk ragi.
  4. Kualitas Ragi: Simpan ragi di tempat tertutup dan kering. Ragi yang sudah menggumpal atau berubah warna biasanya sudah tidak aktif.

Manfaat Mengonsumsi Tempe Buatan Sendiri

Selain kebanggaan tersendiri, tempe buatan rumah memiliki keunggulan higienitas. Anda bisa memastikan air yang digunakan benar-benar bersih dan peralatan tidak terkontaminasi.

Secara nutrisi, tempe kaya akan prebiotik yang baik untuk pencernaan, isoflavon sebagai antioksidan, serta protein lengkap yang setara dengan daging. Dengan mengikuti panduan cara membuat tempe di atas, Anda tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga asupan gizi berkualitas bagi keluarga.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya