Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Tempe merupakan salah satu superfood asli Indonesia yang telah mendunia. Selain harganya yang terjangkau, kandungan protein nabati yang tinggi membuat makanan ini menjadi favorit berbagai kalangan.
Meskipun mudah ditemukan di pasar, mengetahui cara membuat tempe sendiri di rumah memberikan kepuasan tersendiri. Selain menjamin kebersihan dan kualitas bahan baku, membuat tempe secara mandiri memungkinkan Anda untuk mengatur tekstur dan rasa sesuai selera.
Proses pembuatan tempe sebenarnya tidak sekompleks yang dibayangkan, namun membutuhkan ketelitian, terutama dalam menjaga kebersihan dan suhu fermentasi.
Kunci utama keberhasilan dalam pembuatan tempe terletak pada proses peragian dan tingkat kekeringan kedelai sebelum fermentasi dimulai. Berikut adalah panduan lengkap langkah demi langkah untuk menghasilkan tempe yang padat, putih bersih, dan anti gagal.
Sebelum memulai proses produksi, pastikan seluruh peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih dan bebas dari minyak atau garam yang dapat menghambat pertumbuhan jamur tempe (Rhizopus oligosporus).
Berikut adalah tahapan teknis pembuatan tempe yang benar agar miselium jamur dapat tumbuh merata:
Cuci bersih kacang kedelai dengan air mengalir hingga kotoran dan debu hilang. Setelah bersih, lakukan perebusan pertama selama kurang lebih 30 menit hingga air mendidih dan kedelai setengah matang. Tujuannya adalah untuk melunakkan kulit ari kedelai agar mudah dikupas.
Setelah direbus, matikan api namun jangan buang air rebusannya. Biarkan kedelai terendam dalam air rebusan tersebut selama semalam (minimal 8-12 jam). Proses ini akan memicu fermentasi asam laktat alami yang membuat kondisi kedelai menjadi asam. Kondisi asam ini sangat disukai oleh jamur tempe tetapi menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.
Keesokan harinya, remas-remas kedelai dalam air agar kulit arinya terkelupas. Langkah ini sangat krusial. Pastikan kulit ari benar-benar bersih dan terbuang. Jika kulit ari masih menempel, ragi tidak akan bisa menembus biji kedelai, yang dapat menyebabkan kegagalan fermentasi. Bilas berulang kali hingga kedelai bersih dari kulit dan lendir.
Rebus kembali kedelai yang sudah dikupas dengan air baru selama kurang lebih 45-60 menit hingga benar-benar matang dan empuk. Perebusan ini bertujuan untuk mematikan bakteri yang mungkin tumbuh selama perendaman dan mematangkan biji kedelai.
Tiriskan kedelai dan tebarkan di atas tampah atau nampan lebar yang dialasi kain bersih. Gunakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Pastikan kedelai benar-benar kering di permukaan (tidak basah saat disentuh) dan suhunya turun hingga mencapai suhu ruang (sekitar 30-35 derajat Celcius). Jangan menaburkan ragi saat kedelai masih panas karena akan mematikan spora jamur, dan jangan menabur saat kedelai basah karena akan memicu pembusukan.
Setelah kedelai kering dan dingin, taburkan ragi tempe secara merata. Aduk perlahan hingga seluruh permukaan biji kedelai terlapisi ragi tipis-tipis. Pastikan tangan dan alat pengaduk dalam keadaan steril.
Masukkan kedelai ke dalam pembungkus pilihan Anda:
Simpan bungkusan kedelai di tempat yang bersih, sirkulasi udara baik, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu ideal untuk fermentasi adalah suhu ruang tropis. Diamkan selama 24 hingga 48 jam.
Banyak pemula mengalami kegagalan seperti tempe yang berlendir, berbau busuk, atau jamur tidak tumbuh. Berikut adalah tips profesional untuk menghindarinya:
Selain kebanggaan tersendiri, tempe buatan rumah memiliki keunggulan higienitas. Anda bisa memastikan air yang digunakan benar-benar bersih dan peralatan tidak terkontaminasi.
Secara nutrisi, tempe kaya akan prebiotik yang baik untuk pencernaan, isoflavon sebagai antioksidan, serta protein lengkap yang setara dengan daging. Dengan mengikuti panduan cara membuat tempe di atas, Anda tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga asupan gizi berkualitas bagi keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved