Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDENGAR kumandang adzan Subuh memiliki nuansa spiritual yang berbeda dibandingkan waktu sholat lainnya. Di tengah keheningan fajar, muadzin akan menyerukan kalimat khusus yang tidak ada pada adzan Dzuhur, Ashar, Maghrib, maupun Isya. Kalimat tersebut adalah Assolatukhoirumminannaum.
Bagi umat Muslim, mengetahui jawaban assolatukhoirumminannaum yang benar adalah bagian dari kesempurnaan dalam menjawab panggilan sholat, sekaligus bentuk kepatuhan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW.
Kalimat tambahan ini disebut dengan istilah at-tatwib. Penambahan lafadz ini memiliki tujuan mulia, yakni mengingatkan kaum Muslimin bahwa kenikmatan beribadah kepada Allah SWT jauh lebih utama dibandingkan kenikmatan tidur yang bersifat sementara. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai cara menjawab, dalil, serta makna filosofis di balik seruan tersebut.
Sebelum membahas jawabannya, penting untuk memahami kalimat seruannya terlebih dahulu. Kalimat ini dikumandangkan sebanyak dua kali setelah lafadz Hayya 'alal falah pada adzan Subuh. Berikut adalah tulisan Arab dan artinya:
الصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Latin: As-shalaatu khairum minan-naum.
Artinya: "Sholat itu lebih baik daripada tidur."
Seruan ini mengandung ajakan persuasif yang sangat kuat. Di saat manusia sedang terlelap dalam kenyamanan tidur, Islam datang mengingatkan bahwa menghadap Sang Pencipta memberikan ketenangan jiwa dan pahala yang tidak sebanding dengan sekadar istirahat fisik.
Ketika muadzin mengumandangkan kalimat di atas, umat Muslim yang mendengarnya disunnahkan untuk tidak sekadar mengulang kalimat yang sama, melainkan memberikan respons pembenaran. Para ulama, khususnya dari kalangan Mazhab Syafi'i, menganjurkan untuk menjawab dengan kalimat berikut:
صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ
Latin: Shadaqta wa bararta wa ana 'ala dzalika minasy syahidin.
Artinya: "Engkau benar dan engkau telah berbuat kebajikan, dan aku termasuk orang-orang yang menjadi saksi atas hal itu."
Terdapat pula variasi jawaban yang lebih pendek namun tetap sah dan umum digunakan, yaitu:
صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ
Latin: Shadaqta wa bararta.
Artinya: "Engkau benar dan engkau telah berbuat kebajikan."
Jawaban ini bukan sekadar formalitas lisan. Kata "Shadaqta" (Engkau benar) merupakan pengakuan kita bahwa seruan muadzin adalah kebenaran mutlak; bahwa sholat memang lebih baik dari tidur. Sedangkan kata "Bararta" (Engkau berbuat kebajikan) adalah apresiasi kita kepada muadzin yang telah menjalankan tugas mulia membangunkan umat.
Penambahan kalimat ini memiliki landasan sejarah yang kuat di masa Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat, sahabat Bilal bin Rabah RA hendak mengumandangkan adzan untuk membangunkan Rasulullah SAW, namun beliau sedang tertidur. Bilal kemudian menyerukan "As-shalaatu khairum minan-naum".
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW tidak melarangnya, bahkan menetapkannya sebagai bagian dari adzan Subuh. Hal ini diperkuat oleh hadits dari Abu Mahdzurah RA, di mana Rasulullah SAW mengajarkan tata cara adzan kepadanya:
"Jika untuk sholat Subuh, maka ucapkanlah: As-shalaatu khairum minan-naum, As-shalaatu khairum minan-naum. Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaha illallah." (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Mengetahui jawaban assolatukhoirumminannaum dan mempraktikkannya adalah langkah awal meraih keberkahan pagi hari. Waktu Subuh adalah waktu yang disaksikan oleh para malaikat. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an mengenai keutamaan waktu fajar yang dapat Anda pelajari lebih dalam pada Surat Al-Isra ayat 78:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya: "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Berikut adalah beberapa keutamaan bagi mereka yang menjawab adzan dan segera melaksanakan sholat Subuh:
Agar mendapatkan kesempurnaan pahala, perhatikan adab-adab berikut saat mendengar seruan muadzin di waktu fajar:
Dengan memahami makna dan jawaban assolatukhoirumminannaum, kita tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban menjawab adzan, tetapi juga meresapi pesan mendalam bahwa kemenangan sejati dimulai saat kita mampu mengalahkan hawa nafsu (tidur) untuk bersujud kepada Ilahi. (Z-4)
Pelajari bacaan adzan Subuh, arti, dan jawabannya. Pahami makna dan keutamaan adzan Subuh sesuai Al-Qur'an dan Hadits.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved