Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kehidupan sosial, kita sering kali dihadapkan pada situasi sulit saat berhadapan dengan orang yang berwatak keras, baik itu atasan, pasangan, maupun seseorang yang ingin kita ajak pada kebaikan. Dalam khazanah Islam, terdapat istilah yang sering dicari oleh masyarakat yakni penakluk jitu, yang merujuk pada doa-doa mustajab untuk meluluhkan hati seseorang dengan izin Allah SWT.
Bukan menggunakan sihir atau klenik, melainkan dengan memohon pertolongan kepada Sang Pemilik Hati melalui ayat-ayat Al-Qur'an dan doa para Nabi.
Metode spiritual ini sering dikaitkan dengan mukjizat Nabi Sulaiman AS yang mampu menundukkan Ratu Balqis, serta Nabi Daud AS yang mampu melunakkan besi. Mengamalkan doa-doa ini memerlukan keyakinan yang kuat dan niat yang lurus hanya karena Allah SWT. Berikut adalah uraian lengkap mengenai amalan penakluk hati yang bersumber dari Al-Qur'an dan tradisi Islam.
Salah satu doa penakluk jitu yang paling masyhur adalah kutipan dari surat yang dikirimkan Nabi Sulaiman AS kepada Ratu Balqis. Ayat ini dipercaya memiliki fadhilah yang luar biasa untuk menundukkan kesombongan dan melembutkan hati yang keras. Doa ini terdapat dalam Surat An-Naml ayat 30 dan 31.
Ayat ini mengajarkan kita untuk memulai segala sesuatu dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan menjauhi sifat sombong.
إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ أَلَّا تَعْلُوا۟ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ
Latin: Innahu min Sulaimana wa innahu bismillahir-rahmanir-rahim. Alla ta'lu 'alayya wa'tuni muslimin.
Artinya: "Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: 'Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri'." (QS. An-Naml: 30-31)
Cara mengamalkannya adalah dengan membacanya secara istiqomah setelah shalat fardhu atau ketika hendak berhadapan dengan orang yang dituju, sembari meniatkan dalam hati agar Allah melembutkan watak orang tersebut.
Selain Nabi Sulaiman, Nabi Daud AS juga dikenal memiliki mukjizat dapat melunakkan besi dengan tangannya. Secara metafora, doa yang dinisbatkan kepada beliau sering digunakan sebagai wasilah untuk melunakkan hati manusia yang sekeras besi atau batu. Berikut adalah bacaan doanya:
اللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيْد
Latin: Allahumma layyin li qalbahu, kama layyanta li Dawudal hadid.
Artinya: "Ya Allah, lembutkanlah hatinya untukku sebagaimana Engkau melembutkan besi untuk Nabi Daud."
Doa ini sangat efektif dibaca ketika Anda sedang menghadapi konflik rumah tangga atau negosiasi yang alot, dengan harapan Allah SWT memberikan jalan keluar yang damai.
Amalan selanjutnya diambil dari kisah Nabi Musa AS. Ayat ini mengandung makna tentang penanaman rasa kasih sayang (mahabbah) yang berasal dari Allah SWT. Ini merupakan salah satu bentuk penakluk jitu yang halus, agar seseorang memandang kita dengan penuh kasih sayang.
Anda dapat membaca potongan ayat dari Surat Taha ayat 39 berikut ini:
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِى
Latin: Wa alqaitu 'alaika mahabbatan minni wa litusna'a 'ala 'aini.
Artinya: "Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku." (QS. Taha: 39)
Agar doa-doa di atas menjadi mustajab dan memberikan hasil yang diharapkan, terdapat adab dan tata cara yang sebaiknya dilakukan oleh seorang Muslim:
Perlu diingat bahwa istilah "penakluk" dalam Islam bukanlah tentang menguasai orang lain secara paksa, melainkan memohon kepada Allah agar membolak-balikkan hati manusia menuju kelembutan dan kebaikan. Sebagaimana Rasulullah SAW sering berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Latin: Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi 'ala dinik.
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Dengan mengamalkan doa-doa tersebut secara konsisten dan penuh keyakinan, insya Allah segala urusan yang melibatkan hubungan antarmanusia akan dimudahkan oleh Allah SWT. (Z-4)
Simak penjelasan lengkap mengenai mukjizat Nabi Sulaiman AS yang tercantum dalam Al-Qur'an, mulai dari bicara dengan hewan, mengendalikan angin, hingga menundukkan jin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved