Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi umat Islam, khususnya laki-laki yang sudah baligh, mengetahui secara pasti sholat Jumat jam berapa dilaksanakan adalah hal yang krusial. Ibadah ini merupakan kewajiban pengganti sholat Dzuhur yang dilaksanakan secara berjamaah pada hari Jumat. Kekeliruan dalam memperkirakan waktu dapat menyebabkan seseorang tertinggal mendengarkan khutbah, yang merupakan salah satu rukun atau syarat sah dari pelaksanaan ibadah tersebut.
Secara umum, waktu pelaksanaan sholat Jumat bertepatan dengan waktu sholat Dzuhur. Namun, karena pergerakan matahari yang berubah sepanjang tahun dan perbedaan lokasi geografis, jam pelaksanaan bisa bergeser beberapa menit setiap harinya. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai ketentuan waktu, dalil, hingga tata cara agar ibadah Jumat Anda sempurna.
Para ulama sepakat bahwa waktu pelaksanaan sholat Jumat adalah sama dengan waktu sholat Dzuhur, yaitu dimulai sejak tergelincirnya matahari (zawal) hingga bayangan benda sama panjang dengan bendanya. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Bukhari dari Anas bin Malik RA, yang berbunyi:
"Rasulullah SAW biasa mengerjakan sholat Jumat apabila matahari telah tergelincir." (HR. Bukhari)
Jadi, jika Anda bertanya sholat Jumat jam berapa, jawabannya adalah sesaat setelah adzan Dzuhur berkumandang di wilayah masing-masing. Di Indonesia, waktu ini bervariasi:
Penting untuk dicatat bahwa jamaah dianjurkan datang lebih awal sebelum khatib naik mimbar. Jika khatib sudah memulai khutbah, malaikat yang mencatat amal di pintu masjid akan menutup catatannya dan ikut mendengarkan khutbah.
Perintah melaksanakan sholat Jumat tertuang jelas dalam Al-Qur'an. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk meninggalkan segala aktivitas jual beli dan urusan duniawi ketika seruan sholat Jumat telah dikumandangkan. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Jumu'ah ayat 9:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)
Ayat di atas menegaskan urgensi waktu pelaksanaan. Ketika muadzin mengumandangkan adzan, haram hukumnya bagi seorang laki-laki Muslim untuk menyibukkan diri dengan perniagaan atau pekerjaan.
Agar sholat Jumat yang dikerjakan diterima oleh Allah SWT, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Memahami syarat ini sama pentingnya dengan mengetahui sholat Jumat jam berapa dimulai.
Sholat Jumat menjadi wajib (fardhu 'ain) bagi mereka yang memenuhi kriteria berikut:
Sholat Jumat dianggap sah apabila:
Untuk menyempurnakan pahala di hari yang mulia ini, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan sunnah sebelum berangkat ke masjid. Sambil menunggu waktu masuknya sholat, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:
Meninggalkan sholat Jumat tanpa alasan syar'i (uzur) adalah dosa besar. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras:
"Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan sholat Jumat atau Allah akan mengunci mati hati mereka, kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai." (HR. Muslim)
Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memantau jadwal sholat setempat untuk mengetahui sholat Jumat jam berapa tepatnya dimulai, agar tidak terlambat dan bisa mendapatkan keutamaan khutbah serta sholat berjamaah.
Sebagai penutup, waktu sholat Jumat adalah momentum mingguan umat Islam untuk berkumpul, mendengarkan nasihat agama, dan mendekatkan diri kepada Allah. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin, baik secara fisik maupun rohani, untuk menyambut panggilan Ilahi di hari Sayyidul Ayyam (penghulu segala hari) ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved