Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Sholat ba'diyah isya merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad) bagi umat Islam. Ibadah ini dilaksanakan tepat setelah mengerjakan sholat fardhu Isya dan sebelum waktu sholat berakhir atau sebelum tidur. Sebagai bagian dari sholat sunnah rawatib, melaksanakannya memiliki keutamaan yang luar biasa sebagai penyempurna kekurangan dalam sholat wajib kita.
Dalam ajaran Islam, sholat sunnah rawatib terbagi menjadi dua kategori, yaitu muakkad (sangat ditekankan) dan ghairu muakkad (dianjurkan namun tidak sekuat muakkad). Sholat sunnah dua rakaat setelah Isya termasuk dalam kategori sunnah muakkad, yang artinya Rasulullah SAW senantiasa mengerjakannya dan jarang meninggalkannya. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai niat, tata cara, hingga keutamaan dari sholat sunnah ini.
Landasan hukum pelaksanaan sholat sunnah rawatib, termasuk ba'diyah Isya, bersumber dari berbagai hadits shahih. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi mereka yang menjaga sholat-sholat sunnah ini. Salah satu dalil utamanya adalah hadits dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anha, di mana Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan menjaga 12 rakaat sholat sunnah dalam sehari semalam.
Dari 12 rakaat tersebut, dua rakaat setelah Isya adalah salah satunya. Hal ini menegaskan posisi penting ibadah ini dalam rutinitas harian seorang Muslim. Dengan melaksanakannya, seorang hamba tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW.
Niat adalah rukun pertama dalam setiap ibadah. Niat membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, serta membedakan ibadah dengan kebiasaan semata. Berikut adalah lafal niat sholat sunnah ba'diyah Isya dua rakaat yang dapat Anda amalkan:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal 'isya'i rak'ataini ba'diyyatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunnah sesudah Isya dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat ini diucapkan di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram. Melafalkannya dengan lisan hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama Syafi'iyah untuk membantu hati agar lebih fokus (khusyuk).
Secara umum, tata cara pelaksanaan sholat ba'diyah isya sama persis dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut adalah langkah-langkah rincinya:
Penting untuk diperhatikan bahwa waktu pelaksanaan sholat ba'diyah Isya adalah setelah Anda selesai mengerjakan sholat fardhu Isya dengan sempurna. Rentang waktunya terbentang mulai dari selesainya sholat Isya hingga masuknya waktu Shubuh (fajar shadiq). Namun, waktu terbaik adalah menyegerakannya setelah berdzikir sejenak pasca sholat fardhu, agar tidak terlewat karena rasa kantuk atau kesibukan lain.
Jika seseorang menjamak sholat Maghrib dan Isya (Jamak Taqdim), maka sholat ba'diyah Isya boleh dilaksanakan setelah sholat Isya selesai, meskipun waktu Isya yang sebenarnya belum masuk.
Meluangkan waktu sejenak untuk mengerjakan dua rakaat ini memiliki ganjaran yang sangat besar. Berikut adalah beberapa keutamaan yang disebutkan dalam hadits:
Sebagaimana hadits riwayat At-Tirmidzi dari Ummu Habibah, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang mengerjakan sholat 12 rakaat (sunnah rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga." (HR. Muslim & At-Tirmidzi).
Dua rakaat setelah Isya adalah bagian tak terpisahkan dari paket 12 rakaat tersebut.
Manusia tempatnya salah dan lupa. Terkadang sholat fardhu kita kurang khusyuk atau ada bacaan yang kurang sempurna. Sholat sunnah, termasuk ba'diyah Isya, berfungsi sebagai penambal atau penyempurna kekurangan-kekurangan tersebut di hari perhitungan kelak.
Melaksanakan apa yang biasa dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah bukti cinta kita kepada beliau. Menghidupkan sunnah di tengah kesibukan duniawi merupakan amalan yang mulia.
Dengan memahami niat, tata cara, dan keutamaan sholat ba'diyah isya, diharapkan kita dapat lebih istiqomah dalam menjalankannya. Jangan biarkan kesibukan atau rasa lelah menghalangi kita untuk meraih rumah di surga yang telah dijanjikan Allah SWT melalui amalan sederhana namun berbobot ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved