Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN 2026 telah tiba. Bagi umat Islam di Indonesia, awal tahun masehi ini menjadi pengingat bahwa bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sudah semakin dekat.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum transformasi spiritual, pembersihan jiwa, serta penguatan solidaritas sosial. Oleh karena itu, mengetahui kapan puasa Ramadhan 2026 dimulai menjadi hal penting untuk mempersiapkan diri sejak dini.
Indonesia sendiri memiliki beberapa metode penetapan awal bulan Hijriah. Berikut penjelasan lengkap jadwal puasa Ramadhan 2026 berdasarkan versi Muhammadiyah dan Pemerintah.
Muhammadiyah Gunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
Mulai tahun 1447 H, Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini menggantikan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang sebelumnya digunakan selama puluhan tahun.
KHGT bertujuan menyatukan penanggalan Islam secara global dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.
Berdasarkan perhitungan astronomi KHGT, Muhammadiyah menetapkan:
Keputusan ini memberikan kepastian jadwal puasa jauh hari sebelumnya bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) tetap menggunakan mekanisme Sidang Isbat sesuai Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004.
Metode yang digunakan adalah Imkanur Rukyat MABIMS, dengan kriteria:
Penetapan resmi pemerintah baru akan diumumkan sehari sebelum puasa. Namun, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Kemenag, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada:
Perbedaan penetapan awal Ramadhan merupakan hal yang wajar dalam fiqih Islam dan memiliki dasar dalil yang kuat.
Berdasarkan Al-Qur’an Surah Yunus ayat 5, hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan waktu secara presisi.
Berdasarkan hadis Nabi SAW (HR. Bukhari dan Muslim), rukyat menekankan pengamatan langsung hilal sebagai dasar ibadah.
Keduanya sah dan diakui dalam Islam.
Agar Ramadhan 1447 H lebih bermakna, berikut beberapa persiapan yang dianjurkan:
Perbedaan metode tidak seharusnya mengurangi persatuan umat. Yang terpenting adalah niat, kesiapan, dan kualitas ibadah selama Ramadhan.
Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan 1447 H dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan. (Baitulmaal Muamalat/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved