Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

3 Kelompok Tertentu Gratis Masuk Museum Nasional, Berikut Daftarnya!

 Gana Buana
01/1/2026 15:18
3 Kelompok Tertentu Gratis Masuk Museum Nasional, Berikut Daftarnya!
Pengunjung memotret kerangka kepala gajah purba (elephas hysudrindicus) di Museum Nasional, Jakarta.(Antara)

MUSEUM Nasional Indonesia tak sekadar menaikkan harga tiket. Di balik kebijakan penyesuaian tarif, pemerintah ingin membuka akses budaya yang lebih adi,  lansia, penyandang disabilitas, dan anak yatim piatu kini dapat masuk museum secara gratis.

Kebijakan ini disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Menurutnya, penyesuaian harga justru ditujukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap museum, tanpa menutup pintu bagi kelompok rentan.

“Untuk disabilitas, lanjut usia, dan anak yatim piatu itu bebas. Gratis,” ujar Fadli dilansir dari Antara (1/1)

Langkah ini menegaskan arah baru pengelolaan museum nasional. inklusif secara sosial, namun berkelanjutan secara kualitas. Pemerintah menilai selama ini harga tiket museum di Indonesia terlalu murah jika dibandingkan dengan standar internasional.

Di Eropa, kata Fadli, tiket masuk museum rata-rata dipatok mulai dari 12 hingga 20 euro, bahkan ada yang mencapai 65 euro. Sementara di Indonesia, harga masih tergolong sangat terjangkau.

Saat ini, tiket Museum Nasional untuk masyarakat umum ditetapkan sebesar Rp50 ribu, sedangkan pelajar dan rombongan mendapat harga khusus Rp30 ribu.

Penyesuaian tarif ini tidak berdiri sendiri. Museum Nasional juga menghadirkan peningkatan fasilitas dan koleksi, termasuk pameran langka Manusia Jawa (Javaman) atau Homo erectus yang baru kembali ke Indonesia setelah lebih dari 130 tahun berada di Belanda.

Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan lukisan-lukisan purba dari kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, yang menjadi bukti penting perjalanan peradaban manusia di Nusantara.

“Dengan koleksi yang semakin lengkap, mereka yang membayar bisa benar-benar memahami peradaban Indonesia melalui artefak yang tidak bisa ditemukan di tempat lain,” kata Fadli.

Kebijakan ini menempatkan museum bukan sekadar ruang pamer, tetapi sebagai ruang belajar bersama, di mana nilai sejarah tetap dapat diakses semua kalangan, sementara kualitas pengelolaan terus ditingkatkan. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya