Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Salah satu doa yang paling masyhur dalam sejarah Islam dan memiliki kedudukan istimewa adalah doa Nabi Yunus AS. Banyak umat Muslim mencari referensi mengenai lailahailaanta subhanaka inni kuntu minadzolimin arab karena keutamaannya yang luar biasa dalam menghilangkan kesedihan dan mengabulkan hajat. Kalimat thayyibah ini bukan sekadar doa biasa, melainkan sebuah pengakuan tulus seorang hamba di hadapan Sang Pencipta yang menggabungkan tauhid, tasbih, dan istighfar.
Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an, tepatnya ketika Nabi Yunus AS berada dalam perut ikan paus (Nun) dalam keadaan gelap gulita. Keputusasaan manusiawi berubah menjadi munajat agung yang menembus langit. Bagi Anda yang ingin mengamalkannya, berikut adalah ulasan lengkap mengenai tulisan Arab, latin, terjemahan, serta tafsir mendalam mengenai doa tersebut.
Bacaan ini terdapat dalam Surat Al-Anbiya ayat 87. Doa ini sering disebut juga sebagai doa Dzun Nuun (pemilik ikan). Berikut adalah penulisan teks Arab yang benar beserta harakatnya:
لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Bagi yang belum fasih membaca tulisan Arab gundul maupun berharakat, berikut adalah transliterasi latin untuk memudahkan pengucapan:
"Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin."
Artinya:
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Untuk memahami kedalaman makna doa ini, kita perlu melihat konteks ayat secara utuh dalam Surat Al-Anbiya ayat 87. Kisah ini bermula ketika Nabi Yunus AS pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah karena mereka menolak dakwahnya. Beliau kemudian menaiki kapal, namun takdir Allah membawanya harus ditelan oleh ikan besar di lautan.
Berikut adalah ayat lengkap Surat Al-Anbiya ayat 87 yang menceritakan momen tersebut:
وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya:
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim'."
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa kekuatan doa ini terletak pada strukturnya yang sangat indah dan menyentuh. Doa ini tidak berisi permintaan secara langsung (seperti 'selamatkanlah aku'), melainkan berupa pujian dan pengakuan dosa. Berikut adalah rincian maknanya:
Membaca lailahailaanta subhanaka inni kuntu minadzolimin arab memiliki fadhilah yang sangat besar, terutama saat seorang Muslim sedang ditimpa kesulitan, kesedihan, atau bencana. Berikut adalah beberapa keutamaannya berdasarkan hadis:
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Sa'ad bin Abi Waqqas:
"Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: 'Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin'. Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya." (HR. Tirmidzi).
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa doa ini adalah penyelamat bagi orang-orang yang beriman. Sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Yunus dari tiga kegelapan (gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan), Allah juga berjanji akan menyelamatkan orang beriman yang membaca doa ini. Hal ini ditegaskan dalam kelanjutan ayat di Surat Al-Anbiya ayat 88:
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ
"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya: 88).
Mengamalkan zikir ini merupakan bentuk terapi rohani. Dengan mengakui "sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim", ego manusia diruntuhkan. Hati yang sombong menjadi lunak, dan jiwa yang gelisah menjadi tenang karena menyadari bahwa segala solusi hanya ada di tangan Allah SWT.
Tidak ada batasan waktu khusus untuk membaca doa ini, namun sangat dianjurkan dibaca pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, atau saat sujud dalam shalat. Beberapa ulama menganjurkan membacanya sebanyak 40 kali atau 100 kali sebagai wirid harian untuk ketenangan hati.
Demikianlah penjelasan lengkap mengenai tulisan Arab lailahailaanta subhanaka inni kuntu minadzolimin beserta arti dan keutamaannya. Semoga kita senantiasa dapat mengamalkan doa ini agar terhindar dari kesulitan dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Simak arti, tulisan Arab, dan keutamaan bacaan lailahailaanta subhanaka inni kuntu minadzolimin. Doa Nabi Yunus yang mustajab untuk mengatasi kesulitan hidup.
Bacaan sholawat Nabi Yunus, teks Arab, Latin, artinya, dan keutamaan sesuai Al-Qur'an. Amalkan doa ini untuk kemudahan hidup.
Arti Lailaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadhdhalimin, doa Nabi Yunus AS dalam Al-Qur'an, penuh makna dan keutamaan.
Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa yang paling dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Islam, terutama saat menghadapi kesulitan atau memohon ampunan.
Simak arti, tulisan Arab, dan keutamaan bacaan lailahailaanta subhanaka inni kuntu minadzolimin. Doa Nabi Yunus yang mustajab untuk mengatasi kesulitan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved