Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Iman Kepada Hari Akhir Termasuk Rukun Iman yang Ke-5, Ini Maknanya

Thalatie K Yani
29/12/2025 13:00
Iman Kepada Hari Akhir Termasuk Rukun Iman yang Ke-5, Ini Maknanya
Ilustrasi(Pinterest)

Dalam ajaran Islam, pondasi keyakinan seorang muslim dibangun di atas enam pilar yang kokoh. Salah satu pertanyaan mendasar yang sering muncul dalam pelajaran akidah adalah iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang ke berapa? Jawabannya adalah rukun iman yang kelima. Meyakini adanya hari kiamat adalah kewajiban mutlak bagi setiap mukmin setelah beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, dan Rasul-Nya, serta sebelum beriman kepada Qada dan Qadar.

Iman kepada hari akhir bukan sekadar percaya bahwa dunia akan hancur, melainkan meyakini dengan sepenuh hati bahwa seluruh alam semesta beserta isinya akan mengalami kehancuran total atas kehendak Allah SWT, dan setelah itu manusia akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya. Keyakinan ini menjadi rem sekaligus gas bagi umat Islam; rem untuk menahan diri dari maksiat, dan gas untuk memacu semangat dalam beribadah.

Dalil Naqli Tentang Hari Akhir

Kebenaran mengenai datangnya hari akhir telah ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur'an. Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa peristiwa dahsyat tersebut akan terjadi, meskipun waktu pastinya merupakan rahasia Allah SWT. Salah satu dalil yang menjelaskan kepastian datangnya hari kiamat terdapat dalam Surat Al-Hajj ayat 7:

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

"Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."

Selain itu, dalam pembukaan kitab suci Al-Qur'an, Allah SWT juga memperkenalkan diri-Nya sebagai Penguasa Hari Pembalasan. Hal ini termaktub dalam Surat Al-Fatihah ayat 4:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

"Pemilik hari pembalasan."

Tanda-Tanda Hari Akhir (Kiamat)

Rasulullah SAW telah mengabarkan berbagai tanda sebelum terjadinya kiamat agar umatnya senantiasa waspada dan mempersiapkan diri. Tanda-tanda tersebut dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu kiamat sugra (kecil) dan kiamat kubra (besar).

1. Tanda Kiamat Sugra (Kecil)

Tanda-tanda kecil adalah fenomena kerusakan moral dan bencana alam yang sering kita saksikan saat ini. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Waktu terasa berjalan semakin cepat.
  • Ilmu agama dicabut dengan diwafatkannya para ulama.
  • Banyak terjadi pembunuhan dan fitnah yang merajalela.
  • Bermegah-megahan dalam membangun masjid namun kosong dari hidayah.
  • Merebaknya perzinahan dan minum-minuman keras yang dianggap biasa.

2. Tanda Kiamat Kubra (Besar)

Tanda-tanda besar adalah peristiwa luar biasa yang terjadi menjelang hancurnya alam semesta. Jika satu tanda ini muncul, maka tanda lainnya akan menyusul seperti butiran kalung yang putus. Tanda-tanda tersebut antara lain:

  • Munculnya Dajjal yang membawa fitnah terbesar bagi manusia.
  • Turunnya Nabi Isa AS untuk membunuh Dajjal dan menegakkan keadilan.
  • Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
  • Matahari terbit dari sebelah barat.
  • Keluarnya binatang melata (Dabbatul Ard) yang dapat berbicara.

Tahapan Peristiwa Setelah Kiamat

Sebagai bagian dari iman kepada hari akhir yang merupakan rukun iman ke-5, seorang muslim wajib mengetahui tahapan perjalanan manusia setelah kematian. Perjalanan ini sangat panjang dan berat, kecuali bagi mereka yang dirahmati Allah SWT.

Yaumul Barzah (Alam Kubur)

Ini adalah pintu gerbang menuju akhirat. Di alam ini, manusia akan ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir tentang Tuhannya, Agamanya, dan Nabinya. Alam barzah menjadi dinding pemisah antara dunia dan akhirat.

Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkitan)

Setelah sangkakala kedua ditiup oleh Malaikat Israfil, seluruh makhluk yang telah mati akan dibangkitkan kembali dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.

Yaumul Mahsyar (Padang Mahsyar)

Seluruh manusia dikumpulkan di padang yang sangat luas dan datar. Matahari didekatkan sejarak satu mil, sehingga manusia akan tenggelam dalam keringat mereka sendiri sesuai dengan kadar dosa masing-masing.

Yaumul Hisab dan Mizan

Ini adalah hari perhitungan dan penimbangan amal. Segala perbuatan, sekecil biji zarrah pun, akan diperhitungkan. Keadilan Allah SWT ditegakkan seadil-adilnya. Tidak ada satu pun yang terzalimi pada hari itu.

Shirath (Jembatan)

Manusia akan melewati jembatan yang terbentang di atas neraka Jahanam. Ada yang melewatinya secepat kilat, secepat angin, berlari, berjalan, hingga ada yang merangkak dan terjatuh ke dalam neraka, bergantung pada cahaya iman dan amal saleh mereka.

Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Memahami bahwa iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang ke-5 memberikan dampak psikologis dan spiritual yang besar bagi seorang muslim. Berikut adalah beberapa hikmahnya:

  1. Meningkatkan Ketakwaan: Kesadaran akan adanya pengadilan akhirat membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi larangan Allah.
  2. Motivasi Beramal Saleh: Keyakinan akan balasan surga memotivasi seseorang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, sedekah, dan ibadah lainnya.
  3. Penghibur dalam Kesulitan: Bagi orang yang beriman, kesulitan dunia hanyalah ujian sementara. Keadilan sejati dan kebahagiaan abadi akan didapatkan di akhirat kelak.
  4. Mencegah Perbuatan Maksiat: Rasa takut akan siksa neraka menjadi benteng pertahanan diri dari godaan setan dan hawa nafsu.

Dengan menanamkan keyakinan ini, umat Islam diharapkan dapat menjalani kehidupan dunia dengan seimbang, tidak hanya mengejar materi semata, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang kekal abadi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya