Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dunia literasi anak, imajinasi seringkali diasah melalui dongeng atau fabel. Namun, memperkenalkan bacaan berdasarkan fakta juga sama pentingnya untuk membangun wawasan dan logika berpikir. Contoh cerita non fiksi untuk anak SD sangat beragam, mulai dari biografi tokoh inspiratif, catatan perjalanan, peristiwa sejarah, hingga penjelasan ilmiah tentang alam semesta. Berbeda dengan fiksi yang bersumber dari khayalan penulis, cerita non fiksi disusun berdasarkan data, fakta, dan realitas yang benar-benar terjadi.
Memberikan asupan bacaan non fiksi kepada siswa Sekolah Dasar (SD) membantu mereka memahami dunia nyata, belajar dari pengalaman orang-orang hebat, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan. Berikut ini adalah pembahasan mendalam mengenai jenis-jenis teks non fiksi beserta contoh lengkap yang dapat digunakan oleh orang tua maupun guru sebagai materi pembelajaran.
Secara sederhana, cerita non fiksi adalah karangan yang dibuat berdasarkan kenyataan atau fakta yang ada dalam kehidupan. Sifatnya informatif, edukatif, dan objektif. Bagi anak usia SD, cerita non fiksi harus disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, tidak berbelit-belit, namun tetap kaya akan informasi.
Tujuan utama dari teks ini adalah untuk memberikan informasi baru, menambah pengetahuan, atau mendokumentasikan sebuah peristiwa penting. Dalam kurikulum pendidikan, kompetensi membaca teks non fiksi sangat ditekankan untuk melatih kemampuan literasi sains dan sejarah siswa.
Berikut adalah beberapa contoh teks non fiksi dengan berbagai tema yang cocok untuk siswa tingkat sekolah dasar.
Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih dikenal dengan panggilan B.J. Habibie, adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia. Ia lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Sejak kecil, Habibie dikenal sebagai anak yang sangat cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, terutama pada mesin dan pesawat terbang.
Habibie menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi teknik penerbangan di Jerman. Di sana, ia belajar dengan sangat giat hingga berhasil menciptakan teori-teori dalam dunia penerbangan yang diakui oleh dunia internasional. Salah satu mimpinya adalah membuat pesawat terbang sendiri untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia.
Mimpi itu terwujud ketika ia berhasil memimpin pembuatan pesawat N-250 Gatotkaca, pesawat buatan asli Indonesia yang pertama. Selain menjadi ahli pesawat, B.J. Habibie juga pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-3. Kisah hidupnya mengajarkan kita bahwa dengan belajar sungguh-sungguh dan kerja keras, mimpi setinggi langit pun bisa dicapai.
Pernahkah kalian bertanya-tanya dari mana air hujan berasal? Hujan bukanlah air yang tumpah begitu saja dari langit, melainkan hasil dari sebuah siklus alam yang disebut siklus air atau hidrologi. Proses ini terjadi terus-menerus untuk menjaga ketersediaan air di bumi.
Tahap pertama disebut evaporasi. Panas matahari menyinari laut, sungai, dan danau, menyebabkan air berubah menjadi uap dan naik ke angkasa. Selain dari perairan, uap air juga berasal dari tumbuhan, yang disebut transpirasi.
Tahap kedua adalah kondensasi. Ketika uap air naik ke atmosfer yang lebih dingin, uap tersebut berubah kembali menjadi butiran-butiran air kecil dan berkumpul membentuk awan. Semakin banyak uap air yang berkumpul, awan akan semakin tebal dan gelap.
Tahap terakhir adalah presipitasi. Ketika awan sudah tidak sanggup lagi menampung berat butiran air, air tersebut akan jatuh ke bumi. Inilah yang kita sebut sebagai hujan. Air hujan kemudian akan mengalir kembali ke sungai dan laut, dan siklus tersebut akan berulang kembali.
Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan. Peristiwa ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui perjuangan panjang para pahlawan.
Sehari sebelumnya, pada tanggal 16 Agustus, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok. Tujuannya adalah untuk mendesak kedua tokoh tersebut agar segera memproklamasikan kemerdekaan dan menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.
Setelah naskah proklamasi disusun di rumah Laksamana Maeda pada malam harinya, upacara proklamasi akhirnya dilaksanakan pada pagi hari Jumat, 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Tepat pukul 10.00 WIB, Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi dengan lantang. Setelah itu, bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan, diiringi lagu Indonesia Raya. Sejak saat itu, Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.
Pada hari Sabtu lalu, sekolahku mengadakan karyawisata ke Museum Nasional Indonesia, atau yang sering disebut Museum Gajah. Museum ini terletak di Jakarta Pusat. Disebut Museum Gajah karena di halaman depannya terdapat patung gajah berbahan perunggu yang merupakan hadiah dari Raja Thailand pada zaman dahulu.
Saat masuk ke dalam, aku melihat banyak sekali benda bersejarah. Ada arca-arca kuno dari zaman kerajaan Hindu-Buddha, prasasti yang bertuliskan huruf pallawa, hingga koleksi keramik dan tekstil dari berbagai daerah di Indonesia. Pemandu museum menjelaskan bahwa benda-benda ini dirawat agar generasi muda bisa mengetahui sejarah nenek moyang bangsa Indonesia.
Bagian yang paling menarik bagiku adalah ruang etnografi, di mana terdapat miniatur rumah adat dan alat musik tradisional dari Sabang sampai Merauke. Kunjungan ini memberiku pelajaran berharga bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya dan sejarah.
Membiasakan anak membaca teks non fiksi memiliki dampak positif jangka panjang bagi perkembangan akademis dan karakter mereka:
Selain membaca, orang tua dan guru juga bisa mendorong anak untuk menulis cerita non fiksi mereka sendiri. Berikut adalah langkah-langkah sederhananya:
Dengan memahami dan mempraktikkan contoh cerita non fiksi untuk anak SD di atas, diharapkan literasi anak Indonesia semakin maju dan mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas serta berwawasan luas.
(P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved