Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam ajaran Islam, kehidupan dunia bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ladang untuk menanam amal yang akan dipanen di akhirat kelak. Salah satu fase krusial yang wajib diimani oleh setiap Muslim adalah peristiwa kebangkitan.
Secara terminologi syariat, hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur dinamakan Yaumul Ba'ats. Peristiwa ini merupakan gerbang awal menuju pengadilan Allah SWT yang maha adil, di mana seluruh manusia mulai dari Nabi Adam AS hingga manusia terakhir yang hidup saat kiamat terjadi, akan dihidupkan kembali.
Yaumul Ba'ats berasal dari bahasa Arab, di mana kata Ba'ats memiliki arti membangkitkan atau mengirim. Iman kepada hari kebangkitan adalah bagian tak terpisahkan dari Rukun Iman yang kelima, yakni Iman kepada Hari Akhir. Mengingkari adanya hari kebangkitan sama halnya dengan meragukan kekuasaan Allah SWT yang mampu menghidupkan yang mati, sebagaimana Dia menciptakan manusia dari tiada menjadi ada.
Kepastian mengenai datangnya hari kebangkitan telah ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur'an. Allah SWT berfirman mengenai kepastian ini dalam Surat Al-Hajj ayat 7:
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
Artinya: "Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."
Ayat tersebut menjadi landasan teologis yang kuat bahwa kuburan bukanlah tempat peristirahatan terakhir yang abadi, melainkan tempat persinggahan sementara (alam barzah) sebelum sangkakala kedua ditiup oleh Malaikat Israfil. Selain itu, gambaran mengenai bagaimana manusia dibangkitkan juga dijelaskan dalam Surat Yasin ayat 51:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يِنسِلُونَ
Artinya: "Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya."
Peristiwa Yaumul Ba'ats terjadi setelah tiupan sangkakala yang kedua. Pada tiupan pertama (Nafkhatul Faza' wa Ash-Sha'iq), seluruh makhluk di langit dan bumi akan mati, kecuali yang dikehendaki Allah. Alam semesta hancur lebur. Setelah masa transisi yang hanya diketahui lamanya oleh Allah, Malaikat Israfil akan meniup sangkakala untuk kedua kalinya (Nafkhatul Ba'ats).
Pada saat itulah, Allah SWT menurunkan hujan yang diibaratkan seperti air mani pria, yang membasahi bumi. Dari tulang ekor (ajbu adz-dzanab) yang tersisa di dalam tanah, tubuh manusia disusun kembali dan roh-roh dikembalikan ke jasadnya masing-masing. Manusia akan bangkit dari kubur dalam keadaan bermacam-macam sesuai dengan amal perbuatannya selama di dunia. Ada yang bangkit dengan wajah berseri-seri, namun ada pula yang bangkit dengan wajah hitam pekat penuh ketakutan.
Memahami hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur dinamakan Yaumul Ba'ats saja tidak cukup tanpa memahami konteks urutan perjalanannya. Berikut adalah tahapan fase kehidupan setelah kematian (eskatologi Islam) yang perlu diketahui:
Meyakini adanya Yaumul Ba'ats memberikan dampak psikologis dan spiritual yang besar bagi seorang Muslim. Pertama, keyakinan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab (accountability). Kesadaran bahwa tubuh akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan membuat seseorang berhati-hati dalam bertindak.
Kedua, memberikan ketenangan dan keadilan. Di dunia, seringkali keadilan tidak tegak sempurna. Ada penjahat yang lolos dari hukum dan orang baik yang terzalimi. Dengan adanya hari kebangkitan, manusia yakin bahwa pengadilan Allah di hari kiamat akan menegakkan keadilan yang seadil-adilnya.
Ketiga, memotivasi untuk beramal saleh. Pengetahuan bahwa hari dibangkitkannya manusia adalah awal dari kehidupan yang abadi mendorong umat Islam untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya, bukan menumpuk harta duniawi yang akan ditinggalkan, melainkan amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.
Sebagai penutup, jawaban atas pertanyaan hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur dinamakan adalah Yaumul Ba'ats. Peristiwa ini adalah janji Allah yang pasti terjadi sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an. Mempersiapkan diri menghadapi hari tersebut dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat adalah sikap terbaik bagi orang-orang yang berakal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved