Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam dinamika bahasa pergaulan di Indonesia, sering kali muncul istilah baru yang kemudian diadopsi secara massal hingga maknanya meluas. Salah satu kata yang paling sering terdengar dan digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun media sosial adalah "gacor". Sebenarnya, apa arti gacor yang sesungguhnya? Mengapa kata ini bisa memiliki makna yang berbeda tergantung pada siapa yang mengucapkannya dan dalam situasi apa kata tersebut digunakan?
Secara umum, gacor merupakan istilah yang mengalami pergeseran makna (semantik) yang cukup signifikan. Awalnya hanya dikenal dalam komunitas hobi tertentu, kini kata tersebut telah menjadi bagian dari bahasa gaul (slang) nasional. Artikel ini akan mengupas tuntas definisi gacor mulai dari akar katanya, penggunaannya di dunia ojek online (ojol), hingga konotasinya dalam dunia olahraga dan pergaulan anak muda.
Sebelum menjadi bahasa mainstream, kata gacor lahir dari komunitas pecinta burung atau yang akrab disebut Kicau Mania. Dalam konteks ini, arti gacor adalah singkatan dari "Garing dan Cor". Istilah ini digunakan untuk memuji burung peliharaan yang memiliki kualitas suara istimewa.
Seekor burung dikatakan gacor apabila:
Jadi, bagi para pecinta burung, memiliki burung yang gacor adalah sebuah prestasi dan kebanggaan tersendiri karena menandakan burung tersebut sehat, terlatih, dan memiliki harga jual yang tinggi.
Istilah ini kemudian bermigrasi dan diadopsi secara luas oleh komunitas mitra pengemudi ojek online (ojol). Dalam ekosistem ojol, arti gacor mengalami metafora. Jika pada burung berarti "rajin berkicau", maka pada akun ojol, gacor berarti "rajin menerima orderan".
Seorang pengemudi ojol dikatakan memiliki "akun gacor" jika notifikasi pesanan masuk terus-menerus tanpa henti. Ini adalah kondisi ideal yang didambakan setiap pengemudi karena berbanding lurus dengan pendapatan harian mereka. Sebaliknya, lawan kata dari gacor dalam dunia ojol adalah "anyep" atau "gagu", yang menggambarkan kondisi akun yang sepi orderan meskipun aplikasi sudah diaktifkan berjam-jam.
Faktor yang membuat akun menjadi gacor biasanya meliputi:
Seiring berjalannya waktu, penggunaan kata ini meluas ke media sosial seperti Twitter (sekarang X), TikTok, dan Instagram. Generasi Z dan Milenial menggunakan kata ini untuk memberikan pujian terhadap sesuatu yang dianggap hebat, keren, atau luar biasa.
Dalam konteks bahasa gaul, arti gacor bisa disepadankan dengan kata "mantap", "keren banget", atau "luar biasa". Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya dalam percakapan sehari-hari:
Media massa dan komentator olahraga juga turut serta mempopulerkan istilah ini, khususnya dalam sepak bola. Anda mungkin sering membaca judul berita seperti "Striker Timnas Tampil Gacor di Laga Uji Coba". Lantas, apa maknanya?
Dalam sepak bola atau olahraga lainnya, arti gacor merujuk pada performa atlet yang sedang berada di puncak. Seorang penyerang dikatakan gacor jika ia produktif mencetak gol, memberikan assist, atau bermain sangat agresif dan efektif dalam membongkar pertahanan lawan. Istilah ini menggantikan kata sifat seperti "produktif" atau "tajam" agar terdengar lebih akrab dan kekinian.
Sebagai informasi tambahan yang bersifat edukatif, kata gacor belakangan ini juga sering dikaitkan dengan fenomena permainan daring tertentu atau aktivitas perjudian online (slot). Dalam konteks negatif ini, istilah tersebut digunakan untuk mengiming-imingi pengguna dengan janji kemenangan yang mudah atau mesin yang sedang "bocor" kemenangannya.
Penting bagi masyarakat untuk bijak dalam memahami konteks kalimat. Media Indonesia menyarankan agar pembaca tetap waspada dan tidak terjerumus pada aktivitas ilegal yang sering kali meminjam istilah-istilah populer untuk menarik perhatian.
Bahasa adalah entitas yang hidup dan terus berkembang. Arti gacor adalah bukti nyata bagaimana sebuah istilah dari komunitas hobi spesifik (burung) bisa berevolusi menjadi istilah ekonomi (ojol) dan akhirnya menjadi bahasa pergaulan nasional yang mencerminkan kekaguman dan kualitas tinggi.
Memahami konteks penggunaan kata ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Apakah itu untuk memuji teman, mendeskripsikan rezeki yang lancar, atau mengapresiasi performa atlet, kata gacor kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kosakata modern masyarakat Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved