Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ajaran Islam, mempercayai keberadaan malaikat merupakan salah satu pilar fundamental, tepatnya rukun iman yang kedua. Sebagai makhluk gaib yang diciptakan Allah SWT dari nur atau cahaya, malaikat memiliki ketaatan mutlak dan tidak pernah membangkang terhadap perintah-Nya.
Umat Islam wajib mengetahui dan mengimani 10 malaikat dan tugasnya masing-masing sebagai bentuk penyempurnaan akidah. Berbeda dengan manusia yang dibekali hawa nafsu, malaikat senantiasa bertasbih dan menjalankan fungsi spesifik dalam mengatur urusan semesta atas izin Allah SWT.
Kewajiban mengimani malaikat ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'an. Salah satu dalil yang menjadi landasan adalah Surat Al-Baqarah ayat 285:
...كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ...
"...Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya..." (QS. Al-Baqarah: 285).
Meskipun jumlah malaikat sangat banyak dan hanya Allah yang mengetahui bilangan pastinya, terdapat sepuluh nama malaikat yang wajib diketahui beserta tugas-tugas yang diembannya. Berikut adalah penjelasannya secara rinci.
Malaikat Jibril menduduki posisi yang sangat mulia sebagai penghulu para malaikat (Sayyidul Malaikat). Tugas utama Malaikat Jibril adalah menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para nabi dan rasul. Selain itu, Jibril juga dikenal dengan sebutan Ruhul Qudus atau Roh Kudus. Meskipun tugas menyampaikan wahyu telah selesai seiring wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup, Jibril tetap bertugas menurunkan rahmat kepada hamba Allah yang beriman, terutama di malam Lailatul Qadar.
Malaikat Mikail memiliki tugas yang berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup makhluk di bumi. Tugas utamanya adalah membagikan rezeki kepada seluruh makhluk, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Rezeki ini tidak hanya berupa harta benda, tetapi juga mencakup pengaturan hujan, angin, dan kesuburan tanaman. Tanpa peran Mikail atas perintah Allah, keseimbangan ekosistem dan kehidupan di bumi tidak akan berjalan.
Malaikat Israfil dikenal sebagai peniup sangkakala (terompet). Ia memiliki tugas khusus untuk meniup sangkakala pada hari kiamat nanti. Tiupan pertama akan membinasakan seluruh makhluk hidup di langit dan bumi (Kiamat Kubra), sedangkan tiupan kedua akan membangkitkan kembali seluruh manusia dari kematian untuk menghadapi Yaumul Hisab (hari perhitungan). Saat ini, Israfil digambarkan sedang bersiap siaga menunggu perintah Allah untuk meniup sangkakala tersebut.
Malaikat Izrail, atau yang dalam Al-Qur'an lebih sering disebut sebagai Malakul Maut, bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup apabila telah tiba ajal mereka. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat lari dari tugas Malaikat Izrail. Ketegasan dan kepastian mengenai kematian ini tercantum dalam Surat As-Sajdah ayat 11:
قُلْ يَتَوَفَّاكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
"Katakanlah: 'Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan'." (QS. As-Sajdah: 11).
Setelah manusia meninggal dunia dan dikuburkan, tugas berikutnya diemban oleh Malaikat Munkar. Ia bertugas menanyai manusia di alam kubur (alam barzah). Pertanyaan yang diajukan menyangkut hal-hal fundamental seperti "Siapa Tuhanmu?", "Siapa Nabimu?", "Apa Kitabmu?", dan "Apa Agamamu?". Malaikat Munkar akan mendatangi mayit dengan rupa yang menakutkan bagi mereka yang ingkar atau banyak berbuat dosa.
Sama halnya dengan Munkar, Malaikat Nakir juga bertugas menanyai manusia di alam kubur. Keduanya bekerja sebagai pasangan pemeriksa di alam barzah. Bagi orang-orang yang beriman dan saleh, proses tanya jawab ini akan dimudahkan oleh Allah SWT, dan mereka akan mendapatkan kenikmatan kubur sembari menunggu hari kebangkitan.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari pengawasan. Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal baik yang dilakukan oleh manusia semasa hidupnya. Sekecil apapun kebaikan yang diperbuat, baik ucapan maupun tindakan, akan dicatat dengan teliti oleh Raqib. Hal ini ditegaskan dalam Surat Qaf ayat 18:
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf: 18).
Sebaliknya, Malaikat Atid memiliki tugas mencatat amal buruk manusia. Segala bentuk dosa, maksiat, dan kejahatan yang dilakukan akan terekam dalam catatan Malaikat Atid. Keberadaan Raqib dan Atid (sering disebut sebagai Kiraman Katibin) seharusnya membuat manusia senantiasa waspada dalam bertindak, karena tidak ada perbuatan yang luput dari catatan ilahi.
Malaikat Malik adalah pemimpin para malaikat penjaga neraka (Zabaniyah). Tugas utamanya adalah menjaga pintu neraka dan mengatur siksaan bagi para penghuninya. Malaikat Malik digambarkan memiliki karakter yang sangat keras, tegas, dan tidak memiliki belas kasihan terhadap orang-orang kafir dan pendosa di neraka. Namanya disebutkan secara spesifik dalam Surat Az-Zukhruf ayat 77.
Malaikat terakhir yang wajib diketahui adalah Malaikat Ridwan. Ia bertugas menjaga pintu surga dan menyambut hamba-hamba Allah yang beriman dengan penuh keramahan dan senyuman. Malaikat Ridwan mempersiapkan segala kenikmatan surga bagi mereka yang lulus ujian kehidupan dunia dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Memahami 10 malaikat dan tugasnya bukan hanya sekadar hafalan, melainkan harus diresapi maknanya. Berikut adalah beberapa hikmah yang dapat diambil:
Dengan mengimani keberadaan para malaikat, keimanan seorang muslim akan menjadi lebih sempurna. Semoga kita semua termasuk golongan hamba yang senantiasa dijaga dalam kebaikan dan kelak disambut oleh Malaikat Ridwan di surga-Nya. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved