Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Inti Teks Eksplanasi Terdapat pada Bagian Apa? Ini Jawabannya

Thalatie K Yani
22/12/2025 10:16
Inti Teks Eksplanasi Terdapat pada Bagian Apa? Ini Jawabannya
Ilustrasi(gemini AI)

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, memahami jenis-jenis teks adalah kompetensi dasar yang penting. Salah satu jenis teks yang sering dibahas adalah teks eksplanasi. Teks ini memiliki fungsi sosial untuk menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik itu fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, maupun budaya. Namun, seringkali muncul pertanyaan mendasar: inti teks eksplanasi terdapat pada bagian mana?

Secara singkat, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah deretan penjelas atau sering disebut juga sebagai bagian isi (rangkaian kejadian). Mengapa demikian? Karena pada bagian inilah penulis memaparkan proses sebab-akibat atau kronologis dari fenomena yang sedang dibahas secara mendalam dan terperinci. Tanpa bagian ini, sebuah tulisan tidak dapat dikategorikan sebagai teks eksplanasi yang utuh.

Struktur Lengkap Teks Eksplanasi

Untuk memahami lebih jauh mengapa inti teks eksplanasi terletak pada deretan penjelas, kita perlu membedah struktur teks ini secara keseluruhan. Berdasarkan kaidah kebahasaan dan standar kurikulum, teks eksplanasi dibentuk oleh tiga bagian utama, yaitu:

  1. Pernyataan Umum (General Statement)
    Bagian ini terletak di awal teks. Fungsinya adalah untuk memberikan gambaran umum mengenai fenomena yang akan dibahas. Penulis akan mengenalkan topik, definisi, atau latar belakang singkat dari peristiwa tersebut. Meskipun penting sebagai pembuka, bagian ini belum masuk pada inti pembahasan proses.
  2. Deretan Penjelas (Sequence of Explanations)
    Inilah bagian yang menjadi jawaban utama. Bagian ini berisi penjelasan detail mengenai proses mengapa dan bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi. Penulis akan menguraikan tahapan-tahapan peristiwa secara sistematis, baik menggunakan pola kausalitas (sebab-akibat) maupun kronologis (urutan waktu). Oleh karena itu, inti teks eksplanasi terdapat pada bagian ini karena memuat informasi substansial dan fakta-fakta ilmiah yang menjawab rasa penasaran pembaca.
  3. Interpretasi (Interpretation/Closing)
    Bagian ini bersifat opsional, namun sering ada sebagai penutup. Interpretasi berisi kesimpulan, ringkasan, atau pandangan penulis mengenai topik yang telah dijelaskan sebelumnya.

Mengapa Deretan Penjelas Disebut Sebagai Inti?

Menetapkan deretan penjelas sebagai inti dari teks eksplanasi bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa argumen logis yang mendasarinya:

  • Menjawab Pertanyaan 'Mengapa' dan 'Bagaimana': Tujuan utama teks eksplanasi adalah memberikan pemahaman tentang proses. Bagian pernyataan umum hanya menjawab 'apa', sedangkan deretan penjelas menjawab 'mengapa' dan 'bagaimana'.
  • Memuat Fakta dan Data: Pada bagian deretan penjelas, penulis menyajikan fakta-fakta empiris dan data ilmiah yang mendukung penjelasan proses. Ini adalah 'daging' dari tulisan tersebut.
  • Hubungan Kausalitas: Ciri khas teks eksplanasi adalah adanya hubungan sebab-akibat. Rangkaian hubungan ini dieksplorasi sepenuhnya dalam deretan penjelas, bukan di pembuka atau penutup.

Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi

Selain memahami strukturnya, penting juga untuk mengenali ciri kebahasaan yang sering muncul, terutama pada bagian inti atau deretan penjelas:

1. Fokus pada Hal Umum (Generik): Teks ini tidak fokus pada partisipan manusia, melainkan pada fenomena seperti gempa bumi, banjir, hujan, atau inflasi.
2. Menggunakan Istilah Ilmiah: Karena bersifat informatif dan edukatif, banyak ditemukan istilah teknis sesuai topik yang dibahas.
3. Konjungsi Kausalitas dan Waktu: Kata hubung seperti sebab, karena, oleh karena itu, kemudian, lalu, dan setelah itu sangat dominan digunakan untuk merangkai deretan penjelas.
4. Verba Material dan Relasional: Menggunakan kata kerja yang menunjukkan tindakan fisik atau hubungan sebab akibat.

Contoh Analisis Struktur Teks Eksplanasi

Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat contoh singkat analisis struktur pada teks bertema 'Terjadinya Pelangi':

Pernyataan Umum:
Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang berupa cahaya warna-warni paralel satu sama lain di langit atau media lainnya. Pelangi umumnya muncul setelah hujan reda saat matahari mulai bersinar kembali.

Deretan Penjelas (Inti Teks):
Pelangi terbentuk melalui proses pembiasan cahaya matahari oleh butiran air hujan. Cahaya matahari yang bersifat polikromatik (putih) dibiaskan oleh tetesan air di atmosfer dan terurai menjadi spektrum warna monokromatik (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu). Proses ini terjadi karena cahaya matahari mengalami refraksi saat masuk ke butiran air, kemudian mengalami refleksi internal, dan akhirnya keluar dari butiran air sebagai spektrum warna yang indah.

Interpretasi:
Fenomena ini menunjukkan kebesaran alam dan hukum fisika optik. Pelangi hanya dapat dilihat jika pengamat membelakangi matahari dan menghadap ke arah butiran air hujan.

Dari contoh di atas, terlihat jelas bahwa penjelasan teknis mengenai refraksi dan refleksi—yang merupakan pengetahuan utama—terletak pada bagian tengah atau deretan penjelas.

Kesimpulan

Memahami struktur teks sangat krusial dalam kegiatan membaca maupun menulis karya ilmiah populer. Jadi, jika Anda ditanya kembali mengenai inti teks eksplanasi terdapat pada bagian mana, Anda dapat menjawab dengan yakin bahwa intinya berada pada deretan penjelas. Bagian inilah yang memegang peran vital dalam mentransfer pengetahuan mengenai proses terjadinya suatu fenomena kepada pembaca.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya