Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBACA Al-Qur'an adalah ibadah yang mulia, dan setiap surat di dalamnya memiliki keutamaan tersendiri. Salah satu surat yang sangat populer di kalangan umat Muslim karena fadhilahnya dalam melancarkan rezeki adalah Surat Al-Waqiah. Banyak ulama menganjurkan untuk merutinkan bacaan ini, terutama di waktu-waktu tertentu. Namun, agar amalan tersebut lebih sempurna, sangat dianjurkan untuk melengkapinya dengan memanjatkan doa setelah membaca surat Al Waqiah.
Surat Al-Waqiah sendiri merupakan surat ke-56 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 96 ayat. Surat ini sering disebut sebagai surat kekayaan atau surat pelancar rezeki. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat mengenai keutamaan surat ini sebagai pelindung dari kefakiran. Bagi Anda yang ingin mengamalkannya secara rutin, Anda dapat membaca teks lengkap Surat Al-Waqiah melalui layanan Al-Qur'an Online Media Indonesia.
Setelah menyelesaikan bacaan surat tersebut, menyambungnya dengan doa khusus adalah bentuk tawakal dan permohonan yang tulus kepada Allah SWT agar dibukakan pintu rezeki yang halal dan berkah. Berikut adalah panduan lengkap mengenai doa tersebut.
Sebelum masuk ke bacaan doanya, penting untuk memahami mengapa surat ini begitu istimewa. Dalam berbagai literatur Islam, Surat Al-Waqiah dikenal memiliki khasiat yang luar biasa jika diamalkan dengan istiqomah (konsisten). Beberapa keutamaan utamanya meliputi:
Berikut adalah bacaan doa yang masyhur dibaca setelah melantunkan Surat Al-Waqiah. Doa ini berisi permohonan agar Allah menjaga wajah kita dari kehinaan meminta-minta kepada selain-Nya dan melimpahkan rezeki yang luas.
اَللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِالْيَسَارِ وَلاَ تُهِنَّا بِالْإِقْتَارِ فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَ خَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَانَا وَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَا وَأَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذَلِكَ كُلِّهِ أَهْلُ الْعَطَاءِ وَالْمَنْعِ . اَللَّهُمَّ كَمَا صُنْتَ وُجُوْهَنَا عَنِ السُّجُوْدِ إِلاَّ لَكَ فَصُنَّا عَنِ الْحَاجَةِ إِلاَّ إِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثلاثا) أَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahumma shun wujuhana bil yasari wala tuhinna bil iqtari fanastarziqa tholibi rizqika wa nasta'thifa syiroro kholqika wa nasytaghila bihamdi man a'thona wa nubtala bidzammi man mana'ana wa anta min waro-i dzalika kullihi ahlul 'atho-i wal man-'i. Allahumma kama shunta wujuhana 'anis sujudi illa laka fashunna 'anil hajati illa ilaika bijudika wa karomika wa fadhlika ya arhamar rohimin (dibaca 3 kali) aghnina bifadhlika 'amman siwaka. Wa shollallohu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Memahami makna doa sangat penting agar hati bisa lebih khusyu saat memanjatkannya. Berikut adalah arti dari doa di atas:
"Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan hinakan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezeki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk, dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mencela yang tidak mau memberi kami. Padahal Engkau di balik semua itu adalah Dzat yang berwenang memberi dan menahan.
Ya Allah, sebagaimana Engkau menjaga wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, maka jagalah kami dari keperluan selain kepada-Mu, dengan kedermawanan-Mu, kemurahan-Mu, dan karunia-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang. Cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari siapa pun selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya."
Agar doa setelah membaca surat Al Waqiah ini lebih mustajab, para ulama menyarankan beberapa waktu utama untuk mengamalkannya:
Dalam mengamalkan Surat Al-Waqiah, perhatikan adab-adab berikut agar nilai ibadahnya sempurna:
Mengamalkan surat Al-Waqiah beserta doanya bukan semata-mata ritual untuk mengejar harta duniawi, melainkan bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT. Dengan merutinkannya, kita berharap mendapatkan keberkahan rezeki yang membawa ketenangan di dunia dan keselamatan di akhirat.
(P-4)
Terletak setelah Surat Al-Rahman, surat ini merupakan bagian dari surat-surat Makkiyah, yang turun di kota Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved