Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tata Cara dan Bacaan Kirim Doa untuk Orang Meninggal Terlengkap

 Gana Buana
20/12/2025 23:15
Tata Cara dan Bacaan Kirim Doa untuk Orang Meninggal Terlengkap
Kirim doa untuk orang yang meninggal(Freepik)

DALAM ajaran Islam, hubungan antara mereka yang masih hidup dan yang telah wafat tidak sepenuhnya terputus. Salah satu cara terbaik untuk menyambung tali kasih sayang tersebut adalah dengan melakukan kirim doa untuk orang meninggal. Amalan ini bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah anjuran agama yang memiliki landasan dalil yang kuat. Doa anak yang saleh, kerabat, maupun sesama Muslim diyakini dapat menjadi penerang dan pengurang beban bagi ahli kubur.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Muslim, bahwa ketika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. Oleh karena itu, memahami tata cara dan bacaan doa yang benar sangat penting agar niat baik kita sampai kepada almarhum atau almarhumah.

Dalil Mengirim Doa untuk Mayit

Dasar hukum mendoakan orang yang telah meninggal juga tercantum dalam Al-Qur'an. Allah SWT mengabadikan doa orang-orang beriman untuk para pendahulunya dalam Surat Al-Hasyr ayat 10:

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.'"

Urutan Tata Cara Kirim Doa

Bagi Anda yang ingin mengirimkan doa, berikut adalah urutan adab dan tata cara yang dianjurkan oleh para ulama:

  1. Berwudhu: Sebaiknya dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar.
  2. Menghadap Kiblat: Duduk dengan sopan menghadap arah kiblat.
  3. Bertawasul (Opsional namun dianjurkan): Mengirimkan Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, ulama, dan kemudian kepada ahli kubur yang dituju.
  4. Membaca Surat-Surat Pilihan: Membaca surat-surat tertentu dalam Al-Qur'an yang memiliki keutamaan (fadhilah) besar.

1. Membaca Surat Al-Fatihah

Pembuka segala doa adalah Ummul Kitab. Anda dapat membaca Surat Al-Fatihah yang dikhususkan untuk almarhum.

2. Membaca Surat Yasin

Membaca Surat Yasin sangat dianjurkan saat mendoakan orang meninggal, baik saat baru wafat maupun setelahnya. Surat ini disebut sebagai jantungnya Al-Qur'an dan memiliki keutamaan untuk meringankan siksa kubur dengan izin Allah.

3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Rangkaian tahlil biasanya menyertakan pembacaan tiga surat terakhir dalam Al-Qur'an, yakni Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas.

Bacaan Doa Khusus Sesuai Jenis Kelamin

Setelah membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimat tahlil (Laa ilaaha illallah), berikut adalah doa inti yang diajarkan Rasulullah SAW. Perhatikan perbedaan dhomir (kata ganti) untuk mayit laki-laki dan perempuan.

Untuk Mayit Laki-laki (Tunggal)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahu wa wassi' madkhalahu waghsilhu bilmaa'i wats tsalji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadho minad danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a'idzhu min 'adzaabil qabri wa min 'adzaabin naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dia dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat singgahnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikanlah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Untuk Mayit Perempuan (Tunggal)

Untuk perempuan, kata ganti "hu" diganti menjadi "ha".

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Latin: Allahummaghfir laha warhamha wa 'aafiha wa'fu 'anha... (dilanjutkan sama seperti doa laki-laki dengan penyesuaian dhomir).

Untuk Mayit Banyak (Jamak)

Jika Anda meniatkan doa untuk banyak orang sekaligus (misalnya untuk seluruh ahli kubur kaum Muslimin), gunakan lafaz berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ

Latin: Allahummaghfir lahum warhamhum wa 'aafihim wa'fu 'anhum.

Penutup

Melakukan kirim doa untuk orang meninggal adalah hadiah terindah yang bisa kita berikan kepada mereka yang telah mendahului kita. Selain membaca doa-doa di atas, Anda juga bisa menyempurnakannya dengan bersedekah atas nama almarhum. Semoga Allah SWT menerima doa kita dan menempatkan orang-orang yang kita cintai di tempat terbaik di sisi-Nya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya