Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SHOLAT Dhuha dikenal luas oleh umat Muslim sebagai ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, khususnya dalam hal kelancaran rezeki. Setelah menunaikan ibadah ini, sangat dianjurkan untuk melanjutkannya dengan memanjatkan doa. Terdapat 3 doa setelah sholat dhuha yang populer dan memiliki landasan syariat yang kuat, mulai dari doa yang umum dibaca hingga istighfar khusus yang diriwayatkan dalam hadis. Mengamalkan doa-doa ini dengan khusyuk diharapkan dapat menjadi wasilah terkabulnya hajat dan diampuninya dosa-dosa.
Sebelum masuk ke bacaan intinya, penting untuk memahami mengapa momen ini sangat istimewa. Waktu Dhuha adalah saat di mana matahari mulai meninggi, yang melambangkan semangat dan produktivitas manusia dalam menjemput rezeki Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap persendian manusia wajib disedekahi setiap harinya, dan dua rakaat Dhuha dapat mencukupi hal tersebut.
Selain membaca Surat Ad-Duha saat sholat, melengkapinya dengan doa spesifik akan menyempurnakan ibadah Anda. Berikut adalah rincian tiga doa yang dapat Anda amalkan.
Doa ini adalah yang paling sering diajarkan di madrasah dan buku-buku panduan sholat. Isinya mencakup pengakuan bahwa segala keindahan dan kekuatan hanyalah milik Allah, serta permohonan agar rezeki yang jauh didekatkan dan yang haram disucikan.
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Bacaan Latin:
Allahumma inna dhuha-a dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa-akhrijhu, wa in kana mu’siran fayassirhu, wa in kana haraman fathahirhu, wa in kana ba’idan faqarribhu, bihaqqi dhuha-ika wa baha-ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini ma atayta ‘ibadakas sholihin.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar pedahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih."
Doa kedua ini mungkin lebih ringkas namun memiliki bobot yang sangat berat dalam timbangan amal. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, Aisyah Radhiyallahu 'anha pernah mendengar Rasulullah SAW membaca doa ini setelah sholat Dhuha sebanyak seratus kali.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Bacaan Latin:
Allahummaghfirli wa tub 'alayya, innaka antat tawwabur rahim.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Para ulama menyarankan untuk membaca doa ini minimal 40 kali atau hingga 100 kali setelah salam sholat Dhuha. Ini adalah bentuk ketawadhuan hamba yang menyadari bahwa rezeki seringkali terhambat karena dosa-dosa kecil yang tidak disadari.
Meskipun doa ini bisa dibaca kapan saja, namun sangat relevan dibaca setelah sholat Dhuha yang identik dengan permohonan rezeki. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kecukupan dengan yang halal dan terhindar dari ketergantungan kepada selain Allah.
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Bacaan Latin:
Allahummakfini bihalalika ‘an haramika, wa aghnini bifadhlika ‘amman siwaka.
Artinya:
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu."
Agar ketiga doa di atas semakin mustajab, perhatikan adab-adab berikut ini:
Selain doa-doa di atas, Anda juga dapat membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan rezeki, seperti Surat Al-Waqiah yang dikenal sebagai surat kekayaan, atau ayat seribu dinar yang terdapat dalam Surat At-Talaq. Konsistensi atau istiqomah dalam menjalankan sholat Dhuha dan membaca doa-doa ini adalah kunci utama dalam meraih keberkahan hidup. (Z-10)
Simak bacaan dzikir setelah sholat dhuha lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya. Amalan sunnah pembuka pintu rezeki dan pengampunan dosa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved